Kondisi global yang semakin dinamis dengan berbagai tantangannya menjadi suatu challenge bagi para entrepreneur untuk terus memacu roda usahanya. Belum lagi ketidakpastian ekonomi akibat perang dagang AS dan China yang membuat dunia bisnis makin tertekan. Kondisi demikian menurut Pengusaha Sandiaga Uno menjadi salah satu penyebab stagnannya tingkat konsumsi masyarakat.

“Untuk itu Indonesia harus melakukan rebranding untuk menyambut market global,” ujarnya dalam seminar Rebranding Indonesia yang digelar di Jakarta, Sabtu (24/8).

Menurut dia, saat ini pelaku usaha memainkan peranan penting dalam percaturan hubungan global. Kerjasama ekonomi lintas negara menjadi jembatan dalam perkuat daya saing industri lokal dalam menghadapai gempurana asing. Untuk itu, pria yang tercatat pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut menegaskan bahwa pelaku usaha adalah aktor diplomasi yang sesungguhnya.

“Diplomasi bukan hanya satu misi negara tetapi para pelaku brand harus memainkan peranan penting untuk mengusung diplomasi ekonomi. Kedepan itu bukan lagi soal kompetisi antar sesama brand Tanah Air, tetapi harus kolaborasi untuk memenangkan pasar dunia bersama-sama,” tuturnya.

Sandi juga menyebut Indonesia memiliki semua potensi untuk berkembang. Sumber daya alam, sumber daya manusia, serta kreativitas dan juga budaya yang bisa menjadi modal penting untuk bertranformasi menjadi negara besar.

Sebagai informasi, Indonesia belum masuk pada Top 50 negara dengan branding terbaik di dunia. Padahal, Indonesia merupakan negara dengan size ekonomi terbesar ke-16 di dunia yang memiliki potensi perdagangan sangat tinggi.

“Ekonomi membesar tersebut karena memang populasi juga tinggi. Mungkin, kitanya sendiri yang kurang memacu kreativitas untuk mampu mengisi celah bisnis. Nah saya melihat disitulah kenapa kita secara global brand kurang dapat bersaing,” jelasnya.

Untuk itu, dia mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan oleh Pak Bi (Subiakto Priosoedarsono) dalam memberikan kontribusi pengembangan brand di Tanah Air.

“Upaya beliau menjadikan kita sebagai bangsa tidak hanya besar secara populasi tetapi juga membawa masyarakat untuk berkontribusi secara ekonomi,” imbuhnya.

Terkait dengan tema seminar yaitu Rebranding Indonesia, Sandi berharap Indonesia dapat membawa posisi tawar (bargaining position) yang lebih baik dibandingkan dengan hanya menjadi pangsa pasar asing.

“Kita harus melangkah untuk menjadi negara produktif. Dari sisi regulasi juga kita harus merubah aturan yang dirasa menyulitkan industri bisnis menjadi ease of doing business. Kemudian, setiap entrepreneur juga perlu didorong untuk terus melakukan kegiatan usaha mereka agar menciptakan nilai ekonomi yang nyata,” terangnya.