Munculnya usaha ayam goreng tepung Sabana berawal dari keprihatinan menyaksikan maraknya makanan "ayam tiren" (ayam mati kemaren). Upaya untuk membuka bisnis makanan dengan tingkat kehalalan yang jelas pun dijalani. Dari sebuah niat baik tersebut, mulai Agustus 2006, M. Syamsalis merintis usahanya dengan nama Sabana Fried Chicken tersebut.

Ketertarikan memilih usaha ini pun semakin bertambah, ketika melihat para ibu rumah tangga yang tidak memiliki pilihan dalam membeli ayam, baik di pasar atau tukang sayur keliling. Biasanya, mereka mengeluhkan tidak mendapatkan kepastian akan kebersihan, kesehatan dan kehalalannya.

Dari situ muncul ide untuk menyediakan ayam yang memenuhi syarat bersih, sehat, dan melalui proses yang halal. Namun, seiring berjalannya waktu, usahanya terus berkembang. Tidak lagi hanya menyediakan ayam, tetapi juga dalam bentuk ayam olahan. Yaitu, ayam yang sudah dilengkapi dengan tepung terigu berbumbu dan tinggal menggoreng.

Sabana pun mengklaim bahwa ayam yang dijual merupakan khas Indonesia. Rasanya juga diklaim dapat meresap ke dalam daging ayamnya. Hingga saat ini, jumlah outlet dari Sabana Fried Chicken sudah mencapai 1.500 di Jabodetabek. Ditambah dengan lima outlet yang ada di Bali. Kota lainnya, antara lain di Bandung, Solo, dan Surabaya, sedangkan di Sumatera, ada di Lampung dan Jambi.

Saat pertama kali usaha ini dibuka pada 2006, modal tidak terlalu banyak, sekitar Rp 9 juta untuk satu outlet. Kini per outlet bisa menghabiskan sekitar 10 hingga 60 ekor ayam dalam satu bulan. Dengan pendapatan bersih yang didapatkan sebesar Rp3 juta. "Usaha ini dimitrakan, beda dengan franchise. Kalau kami biasa sebutnya sebagai business opportunity (BO). Artinya lebih kepada keterikatan kepada mitra," ujar Nova Asrianti, asisten M Syamsalis.

Sembilan tahun sudah Sabana Fried Chicken berkiprah di industry kuliner tanah air. Selama kurun waktu tersebut, berbagai prestasi pernah diraih oleh merek besutan Syamsalis ini. Sebuat saja Franchise & Business Opportunity Best Seller 2010 dan Market Leader tahun 2011 dari Majalah Info Franchise Indonesia, lalu BSM UMKM Awards dari Bank Syariah Mandiri untuk kategori Sektor Riil Kecil, menyisihkan 20 nominee dari seluruh Indonesia.

“Penghargaan ini sangat luar biasa. Jujur, ini merupakan hasil kerjasama dengan seluruh mitra kami yang berjumlah sekitar 1500 mitra yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebab, merekalah yang sukses mengaplikasikan konsep system bisnis berbasik ekonomi kerakyatan yang diterapkan oleh Sabana,” papar Syamsalis merendah.

Untuk seseorang yang berlokasi di wilayah Jabodetabek dan ingin bermitra dengan Sabana Fried Chicken, cukup membayar Rp 16,5 juta. Calon mitra akan mengisi formulir terlebih dahulu. Kemudian, ada tim yang akan melakukan survei ke lokasi. Selain itu, kalau memang sesuai akan disetujui menjadi mitra dan baru proses pembayaran. Bagi usaha mitra, seperti Sabana Fried Chicken, penentuan lokasi memang sangat penting. Prinsipnya, pihak Sabana tidak ingin merugikan mitra yang sudah ada di lokasi tersebut. (Adv)

Tertarik Memulai bisnis ayam goreng? Silakan klik Sabana Freid Chicken untuk informasi lebih lanjut atau isi form dibawah ini.

(Eza)