Meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan tentunya akan dilakukan semua brand sebagai brand image dan lebih unggul dari kompetitor. Salah satu yang dilakukan oleh franchise ayam gorengSabana Fried Chicken adalah dengan mengupgrade konsep dari gerobak menjadi booth full stenlis.

“Kami ingin Sabana semakin baik dengan cara merubah konsep yang tadinya hanya gerobak yang semulanya ada yang menggunakan bahan kayu sesekarang menggunakan booth alumunium, sehingga lebih kuat, dan lebih berkelas,” ungkap Direktur Pengembangan Sosial Sabana Foundation Muhammad Haden Aulia Husein kepada FranchiseGlobal.com.

Lebih lanjut Haden mengungkapkan jika konsep booth ini telah diterapkan untuk 10 outlet Sabana Fried Chicken yang berada di daerah Jabodetabek, “Kecuali Tangerang, karena kalau yang di Tangerang kami baru akan menyasar bulan depan. Kemudian nantinya juga akan kami coba terapkan Jawa Timur, dan Jawa Tengah seperti Purwokerto, dan Jawa Barat di Bandung,” terangnya.

Terkait dengan perubahan kualitas booth tentunya hal ini juga berpengaruh pada perubahan nilai investasi, yang semula seharga Rp. 17 juta menjadi Rp. 25 juta, “Hal ini juga karena ada tambahan menu seperti kentang dan burger,” tuturnya.

Waralaba ayam goreng tepung ini menawarkan peluang bisnis yang menggiurkan di kelasnya.Selain telah memiliki brand image yang baik, bisnis waralaba kuliner milik H.Syamsalis ini sedang gencar meningkatkan kualitas outlet dan juga memberikan kemudahan dalam mengupgrade outlet, “Hanya dengan menambah Rp 10 juta hingga Rp.15 juta maka perkiraan omset dapat meningkat 100 hingga 200% karena adanya peningkatan kulaitas outlet,” tuturnya.

Sampai akhir tahun 2017 ini, Sabana Fried Chicken berencana menambah outletnya hingga mencapai 2500 di seluruh pelosok Indonesia. “Kami terus meningkatkan pemasaran baik di offline maupun online untuk mencapai target penambahn outlet Sabana yang saat ini telah berjumlah 2200,” tutupnya.

Silakan klik Sabana Fried Chicken untuk mengetahui nilai investasi, BEP dan informasi lainnya.