JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM - Bisnis olahan ayam goreng tepung masih terus menjadi pilihan bisnis menjanjikan bagi para investor yang ingin membuka usaha kuliner dengan keuntungan yang menggiurkan. Hal ini mengingat ayam goreng sendiri telah menjadi makanan favorit bagi banyak orang sejak dulu. Peluang inilah yang ditangkap para pelaku bisnis ayam goreng untuk ekspansi bisnisnya melalui konsep kemitraan yang ditawarkan kepada calon investor. Salah satunya PT Hasana Sukses Nusantara dengan merek dagang Ayam Hootz.

Ayam Hootz berdiri sejak 2016 lalu. Meski demikian, pemiliknya, Dovi Toberta baru menawarkan peluang kemitraan tahun ini. Untuk dapat menjaring mitra bisnis yang potensial serta mempertahankan loyalitas terhadap konsumen setianya, Ayam Hootz meresmikan gerai barunya di kawasan Harapan Indah Bekasi, Minggu (24/11).

“Dengan adanya gerai baru ini semakin memberikan keyakinan kepada kita sendiri untuk fokus pada usaha kuliner dan bisa memberikan terobosan baru dalam usaha kuliner khususnya menu kekinian,” ungkap Dovi yang rencana akan membuka 20 cabang Ayam Hootz tahun depan.

Baca juga: Menggeprek Laba dari Kemitraan Ayam Hootz

Bagi calon pebisnis yang ingin memiliki bisnis kuliner ini, nilai investasi yang harus disiapkan mulai dari Rp75 juta untuk konsep kios dengan lebar muka minimal 3 meter (3x5). Lalu mini resto dengan nilai Rp150 juta - Rp200 juta dengan lebar muka kios 4-6 meter. Dan Rp250 juta untuk konsep resto dengan spesifikasi ruko 2 lantai lebar muka minimal 6 meter. Dengan nilai tersebut, proyeksi omset yang bisa dihasilkan mitra setiap harinya mencapai Rp4 juta sampai Rp5 jutaan dengan estimasi balik modal mulai 6-18 bulan.

“Dengan paket tersebut mitra dapat langsung menjalankan bisnisnya setelah menjalani training. Perbedaan benefitnya hanya di fasilitas meja, bangku, bahan baku dan equipment lain yang menyesuaikan luas tempat,” kata Dovi.

Baca juga: Ayam Hootz: Tawarkan Kualitas Produk dan Profit Tinggi

Ayam Hootz memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya adalah memiliki Rumah Potong Hewan (RPH) di Jawa Tengah serta menjalin kerjasama dengan peternak-peternak sekitar yang tentu saja membuat stok produksi terjamin dan harga jual juga tetap terkontrol dengan baik.

Selain itu, kekuatan lain Ayam Hootz juga terletak pada bahan baku lain seperti , varian saus, terasi, garam, dan beberapa bahan baku lainnya. Keseluruh bahan baku tersebut diracik sedemikian rupa berdasarkan pengalaman Dovi selama 10 tahun bekerja di restoran kapal pesiar, sehingga menghasilkan rasa yang tidak mungkin dapat diduplikasi pihak lain.

“Saya juga memiliki pengalaman 5 tahun di bisnis frozen food. Sehingga, sangat memahami bagaimana treatment dalam hal bagaimana mengolah ayam tetap segar meski produk kami kirim dalam bentuk frozen. Karena kualitas rasa di bisnis makanan tetap menjadi fokus nomor satu dari Ayam Hootz,” tuturnya.

Dovi melanjutkan, higienitas Ayam Hootz merupakan hal yang paling utama. Meskipun produk yang dijual mulai Rp8 ribu sampai Rp15 ribuan, tapi kualitas kebersihan dan kualitas kesegaran setiap potongan ayam yang dijualnya sangat terjaga dengan baik.

Ayam Hootz hadir dengan menu utama ayam geprek dengan tambahan varian topping antara lain saus keju, keju cheddar dan mozzarella. Kemudian ada topping Black pepper dan ada saos bombaya yang dipakai di menu Blackpink burger. Ayam Hootz juga menawarkan tambahan varian menu seperti tempe, tahu bacam, ceker, ati ampela, usus, burger dan minuman spesial jus serta teh KAMEE. Teh dengan spesial dengan ciri khas sensasi manis sepat namun memberikan rasa yang fresh.

Dengan tawaran keuntungan dan kualitas dari Ayam Hootz, merek ini sangat berpotensi untuk berkembang dan sangat layak untuk menjadi pilihan bisnis. Siap merasakan profit dari bisnis ini?

Untuk informasi lebih lanjut terkait kemitraan Ayam Hootz, silahkan hubungi ke nomor 0813 8338 2281.