Bicara mengenai bisnis kemitraan atau bisnis jejaring, hal yang sering menjadi acuan pilihan calon investor adalah sustainability calon bisnis buruannya. Semakin lama eksistensinya, semakin berpotensi dipilih investor. Selain itu, proven sebuah bisnis juga dinilai dari banyaknya cabang yang dimiliki oleh pusat. Sederhananya, semakin banyak cabang yang dimiliki, telah membuktikan bahwa principal mampu memanage dan mensupport aktivitas seluruh outletnya. Sehingga berpotensi menuai hasil yang maksimal.

Motivasi itulah yang dimiliki oleh Indriani Lukman, owner dari Rene Baby Shop. Bisnisnya merupakan salah satu kategori bisnis yang menjual segala perlengkapan atau kebutuhan bayi, mulai dari sarung tangan yang dibanderol sekian ribu rupiah sampai kereta dorong dengan nilai mencapai jutaan rupiah.

Mengawali bisnisnya dari sebuah kios kecil berukuran 2x3 meter di dalam Toko Mester Jakarta Timur pada 1998 silam, Iin tidak berhasrat langsung membuka peluang kemitraan. Ia malah memutuskan untuk terus mengembangkan cabang milik sendiri di tahun 2004. Wanita yang akrab disapa Iin ini kembali membuka cabang di kawasan Matraman yang kemudian direlokasi ke Pasar Jatinegara (toko sekaligus kantor pusat saat ini) pada 2006.

“Baru setelah itu kami mulai memperluas cabang ke beberapa wilayah, dan sekarang sudah ada belasan cabang yang tersebar di Jabodetabek, Pekan Baru, Batam, Bengkulu, dan Jawa Timur. Kemudian di tahun 2016, setelah segala sesuatunya siap, kami membuka peluang kerjasama kemitraan. Saat ini, sudah 5 mitra yang bergabung” ungkap Iin, sapaan akrabnya.

Iin menceritakan, kepercayaan dirinya meningkat untuk memitrakan bisnisnya karena di tahun yang sama ia sudah mencatatkan bisnisnya di bawah payung hukum Rene Baby Shop. Selain itu, secara sistem ia juga sudah membangun sebuah sistem untuk mengontrol bisnisnya.

Menurut Iin, itu juga yang menjadi alasan utama kenapa dia ingin mengembangkan sayap bisnisnya lebih besar lagi. “Jadi kita pakai sistem POS (Point of Sales). Saya duduk disini, saya bisa lihat cabang Pekanbaru jam segini penjualan sudah berapa banyak, berapa item yang sudah terjual, dan apa saja yang dijual. Jadi saya bisa lihat stoknya itu benar-benar real banget. Makanya, saya berani untuk buka cabang karena semuanya sudah terkoneksi dengan sistem,” jelasnya.

Membuka Peluang Kemitraan

Iin mengungkapkan, bisnis ini adalah bisnis jangka panjang yang bisa memberikan keuntungan ganda bagi mitra bisnisnya. Karena menurutnya, kebutuhan anak seperti baju dan lain sebagainya akan terus ada sampai kapanpun. Artinya bukan hanya pada momen-momen tertentu saja. Sehingga dia menyarankan pada siapa saja yang tertarik dan sesuai dengan passion di bisnis tersebut untuk segera bergabung dan meraih sukses bersama.

Iin menawarkan dua konsep kerjasama. Pertama, konsep kios dengan ukuran 3x5 meter. Dengan ukuran tersebut, modal yang dibutuhkan hanya Rp38 juta saja. Sementara untuk konsep kedua adalah konsep ruko ukuran 5x10 meter dengan satu lantai. Modal yang dibutuhkan bisa mencapai Rp88 juta, itu sudah termasuk handphone, scanner, berlangganan sistem POS untuk satu tahun, rak, gantungan, spanduk, banner dan training.

“Kami memiliki produk lebih dari 2.800 item. Untuk investor yang baru bergabung dengan konsep ruko kami berikan maksimal 1.388 item. Sementara untuk konsep kios kami berikan 388 item.

Untuk perkiraan omset dalam sehari, kata Iin, mitranya bisa mencapai Rp. 600 ribu dengan konsep kios dan Rp. 3,5 juta per hari dengan konsep ruko. Kedepannya, Iin berharap Rene Baby Shop bisa terus melebarkan sayap hingga ke Luar Jawa seperti Timika, Makassar dan NTB (Nusa Tenggara Barat). –adv-