Bisnis bakmi dan mie ayam mungkin sudah banyak beredar di tengah-tengah masyarakat. Harganya yang bersahabat dan gizinya yang sesuai, membuat bakmi atau mie ayam menjadi menu makanan yang banyak digemari oleh pecintanya. Biasanya kita bisa menjumpai kedai bakmi, di gerobak-gerobak keliling sekitar rumah atau kios-kios pinggir jalan. Jelas ini makin membuat masyarakat dapat secara mudah, menemukan panganan mie dengan taburan potongan ayam ini.

Namun terkadang Bakmi yang sering dijajakan pada gerobak pinggir jalan, masih sulit ditemukan kebersihan dan kehigenisan produk hingga proses memproduksinya. Ini tentu masih menjadi nilai minus bagi jajanan kaki lima yang sering dikunjungi oleh masyarakat. Untuk itu, brand Mie Kota Batavia hadir sebagai bisnis bakmi atau mie ayam yang tidak hanya menyajikan produk yang enak, tapi juga mengutamakan kehigenisan proses pembuatannya.

Bisnis bakmi milik Susanty Widjaya ini, menyediakan menu Bakmi dan Mie Ayam rebusan, dengan beberapa kombinasi toping. Tidak hanya menu Bakmi yang ditawarkan, tapi juga ada menu Kwetiau, Bihun dengan variasi pilihan toping seperti suwiran ayam, bakso, dan pangsit goreng. “Produk bakmi kita terbuat dari bahan baku tanpa bahan pengawet kimia, jadi menu bakmi kita dijamin bergizi dan sehat. Aman dikonsumsi oleh segala kalangan umur hingga yang punya riwayat penyakit Maag sekalipun.” ujar Susan, saat ditemui di kantornya.

Mie Kota Batavia sudah berpengalaman dalam hal penyajian menu olahan bakmi, Susan yang menjadi nahkoda bisnis tersebut, sudah malang melintang di dunia bisnis makanan sejak 35 tahun silam dan hingga kini masih terus eksis. Potensi bisnis makanan yang terus meningkat, terutama menu olahan bakmi yang tak pernah ketinggalan oleh penggemarnya, tentu menjadi peluang bisnis yang amat menjanjikan dan sayang bila dilewatkan. Untuk itu Santy akan tetap mengembangkan bisnisnya melalui sistem waralaba.

Bisnis bakmi Mie Kota Batavia, membuka peluang bisnis bagi calon mitra yang berminat untuk terjun di bisnis makanan. Calon mitra bisa memilih tipe investasi sesuai dengan kebutuhan dan besaran modal. Terdapat tipe investasi Booth dan Motor Tiga Roda (Mobile), yang dibanderol senilai Rp75 juta. Ada juga konsep mini resto yang bisa didapatkan dengan investasi senilai Rp95 juta hingga Rp105 juta. Biaya tersebut sudah termasuk franchise fee selama lima tahun, bahan baku produk bakmi, dan peralatan penunjang lainnya.

Sejak 2011, Mie Kota Batavia sudah mengoperasikan sekitar 13 outlet yang tersebar hingga ke luar pulau Jawa. “Dengan harga bakmi yang dijual senilai Rp12,5 ribu sampai Rp17 ribu. mitra bisa mengantongi omzet rata-rata Rp1 juta hingga Rp3 juta per harinya.” pungkas Susan.

Anda tertarik? Klik Waralaba Mie Kota Batavia untuk informasi lebih lengkap.

(Heksa R.P)