Siapa yang tak pernah merasakan segarnya minuman dingin teh atau kopi yang dipadu dengan topping bubble? Jika pernah mencobanya, pasti anda akan merasakan sensasi kesegaran minuman dingin dibalut dengan legitnya bubble yang makin memperkaya rasa produk beverage ini. Produk minuman bubble ini pun lahir berkat inovasi bisnis yang dilakukan oleh para pelaku usaha, yang ingin menyediakan varian minuman lain yang berbeda dengan kompetitor sejenis.

Hal tersebut pula yang mendasari dua orang pengusaha muda, Billy Kurniawan dan Yeni Firdensyh untuk membidani lahirnya bisnis minuman dengan brand Calais Artisan Bubble Tea & Coffee. Melihat produk teh dan kopi yang sudah umum di pasaran, Billy selaku pemilik bisnis beverage menawarkan produk yang tidak temporary semata, tapi juga yang sudah menjadi bagian dari lifestyle masyarakat.

“Kita membuat inovasi produk sesuai dengan tren atau demand pasar yang sedang in. Kita juga memposisikan brand kita selalu bergerak dengan pertumbuhan,” tukas Billy.

Iklim Indonesia yang cenderung tropis atauhangat, membuat produk minuman yang menyegarkan seperti ini cocok oleh masyarakat tanah air. Pangsa pasarnya yang juga masih sangat besar, turut membuka peluang bisnis yang cukup potensial bagi pengusaha yang terjun di dalamnya.Calais sendiri sudah berdiri sejak 2011 dengan membuka outlet pertama di Kuningan City Jakarta.

Walaupun komposisi bahan baku 90 persennya diimpor dari Taiwan, Namun soal cita rasa tetap bersahabat dengan lidah orang lokal dan punya kualitas yang serupa dengan merek kompetitor dari luar. Kemudian menu-menu dari Calais juga sudah tersertifikasi Halal oleh Majelis Ulama Indonesia.

Sejak mewaralabakan bisnisnya, Kini Calais sudah mengembangkan total lebih dari 30 outlet yang tersebar dari Sumatera hingga Papua.Billy tak hanya menggarap kota-kota besar sebagai pelabuhan bisnisnya, tapi juga merambah second city yang juga memiliki pangsa pasar yang kian potensial.

“Sekarang trendnya berangsur-angsur berkembang ke kota-kota kecilseperti kota satelit. Daya beli masyarakat di sana juga sudah meningkat. Seperti misalnya di Padang dan di Manokwari Papua Barat, outlet kita ada di sana dan bisa diterima masyarakat,” tutur pengusaha muda ini.

Walau untuk di beberapa pelosok daerah masih terkendala dengan minimnya infrastruktur, namun pihak pusat Calais Artisan Bubble Tea & Coffee meyakinkan bahwa untuk logistik supply barang dan bahan baku akan tetap terjaga berkat sistem inventory yang sudah sesuai dengan standar operasional prosedur.

Calais Artisan Bubble Tea & Coffee, masih memiliki target untuk mengembangkan usahanya ke beberapa wilayah yang masih potensial. Jika calon mitra berminat, siapkan usulan lokasi yang dituju dan modal awal sebagai investasi. Untuk di pusat perbelanjaan luas usaha yang dibutuhkan minimum 35 m2 sampai 40 m2, jika di ruko rata-rata 90m2. Investasi awal dipatok mulai Rp600 juta sampai Rp700 juta. Nantinya pusat akan mensuport dari segi training awal, desain lokasi, marketing promosi, hingga pembinaa awal operasional bisnis. (adv)

Untuk informasi franchise, waralaba, kemitraan, keuntungan dan info lengkap lainnya, Klik Waralaba Calais Artisan Bubble Tea & Coffee

(Heksa R.P)