Pamor bisnis kuliner bakmi seolah tak pernah redup ditinggal oleh konsumen setianya. Walau bisnis sektor makanan semakin dinamis dan banyak inovasi produk makanan yang mulai bermunculan, namun produk bakmi tetap diminati dan terus berkembang hingga sekarang. Banyak kedai makanan dari berbagai brand yang menyediakan menu olahan berbahan dasar mie tersebut, mulai dari kelas gerobak, kaki lima, kios pinggir jalan, sampai kelas resto di berbagai pusat perbelanjaan. Sehingga berbagai lapisan masyarakat dapat menikmati produk bakmi sesuai segmentasinya.

Kini, pertumbuhan masyarakat kelas menengah Indonesia pun kian meningkat. Hal ini ditandai dengan bertumbuhnya pusat perbelanjaan di berbagai kota yang turut menggerakan daya beli ekonomi di sekitarnya, sehingga bisnis kuliner lokal pun ikut bergeliat dan mulai tersedia di berbagai Mall. Bisnis kuliner dengan brand Bakmi Naga Resto adalah salah satunya. Usaha makanan yang sudah berdiri sejak 1979 ini, selalu konsisten dalam menyediakan makanan dan minuman yang sehat, bergizi serta aman dikonsumsi lapisan masyarakat dari anak-anak hingga orang tua.

Selain itu, Bisnis kuliner Bakmi Naga Resto juga sukses dalam hal mengembangkan outlet untuk menjangkau konsumennya yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Hingga akhir 2014, total sudah berdiri 56 outlet Bakmi Naga Resto yang sebagian besar berada di pusat perbelanjaan. “Sampai akhir Desember 2014, kita membuka outlet baru hampir pada setiap minggunya. Rata-rata tiap tahun bisa berdiri lebih dari 12 outlet baru. Kita pengembangan tercepat dari sisi outlet, dan belum ada kompetitor franchise bakmi yang sejenis.” Papar Santy, saat diwawancarai di kantornya.

Awal 2015 ini pun, Bakmi Naga Resto sudah membuka outlet barunya di wilayah Kalimalang, Bekasi. Kemudian menyusul dalam waktu dekat, akan dibuka kembali outlet baru Bakmi Naga Resto di Mall Dadap City Cengkareng, Mall Kelapa Gading, serta di luar kota seperti di Banjarmasin, dan di Banjar Baru.

Santy menambahkan, jika bisnisnya dapat berkembang karena konsisten menyasar target market yang sesuai dengan segmentasinya, yaitu masyarakat kelas menengah. “Bisnis kita memang lebih potensial menggarap konsumen kelas menengah keatas, dan kami fokus membuka outlet yang berlokasi di Mall kelas Middle-Up.” Sambungnya.

Bisnis kuliner Bakmi Naga Resto, akan tetap mengembangkan bisnisnya di tahun 2015 ini, dan membuka peluang usaha bagi mitra yang tertarik untuk berbisnis kuliner. Masih terdapat beberapa wilayah potensial yang akan dijangkau oleh Resto bakmi yang memiliki 100 varian menu tersebut.

Mitra yang ingin bekerjasama syaratnya cukup mudah, mitra diharapkan punya passion terhadap usaha Food and Beverage, kemudian siapkan usulan lokasi yang strategis dengan ukuran minimal 80 M2 dan yang pasti sediakan modal investasi minimal senilai Rp200 juta. “Modal memang penting tapi kalau ga punya passion, usaha seperti Food and Beverage tidak akan maksimal.” Pungkas Santy seraya memberikan tips.

Anda tertarik? Kunjungi Bakmi Naga Resto untuk informasi lebih lengkap.

(Heksa R.P)