JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM - Harga kaki lima rasa bintang lima, ungkapan itu rasanya pas untuk makanan yang satu ini. Bagaimana tidak, hanya dengan merogoh kocek Rp18-23 ribu, kita sudah dapat menikmati makanan menu nasi dengan lauk daging sapi yang dimasak dengan resep Korea.

“Ini seperti makanan mahal di restoran bitang lima. Saya pernah ketemu outletnya di Harapan Indah, karena saya memang sering makan di luar. Cuma belum pernah mampir, eh nggak taunya rasanya enak banget. Kalau harganya setara sih sama kaki lima,” ujar Desi, Ibu Rumah Tangga yang gemar mencicip makanan di luar rumah ini, usai mencicip Posarang #KoreanBBQViralHalal, di outlet Posarang di Ruko Inkopal Blok F 22-23, Kelapa Gading, Jakarta.

Ibu satu anak yang juga hobi memasak ini pun tak ragu memberikan skor 9 untuk makanan tersebut. Nyatanya dia sanggup melahap habis menu Nasi Korea Daging Sapi Manis porsi Jumbo yang disajikan untuknya. Menurutnya menu makanan yang terdiri dari nasi, dengan lauk daging sapi, sayur bayam, sambal dan kerupuk itu memiliki rasa yang khas, namun tetap enak dari suapan pertama, dan tidak bikin enek hingga suapan terakhir.

Menjawab review tersebut, Nikolas Pulung, Owner Posarang mengungkapkan, Posarang merupakan hasil kresasi sajian makanan Korea yang dipadukan dengan dengan cinta rasa Indonesia. Ide makanan tersebut muncul, untuk membantu masyarakat dalam berhemat dalam memilih makanan, di mana kebiasaan masyarakat Indonesia, adalah memilih makanan untuk membuat mereka kenyang dan sehat.

Dan kebetulan yang sedang booming saat ini adalah makanan Korea, maka muncul ide makanan tersebut, yang merupakan perpaduan makanan pokok orang Indonesia, yaitu nasi, sambal, dan kerupuk, yang disajikan dengan lauk khas Korea berupa daging Shortplate (daging yang diris tipis) dan Bayam, yang dimasak dengan bumbu khas dan saos Korea. Cara memasak daging pun disesuaikan dengan selera makan orang Indonesia, yaitu dengan cara di grill / Bakar.

“Dan sambalnya sendiri sebenarnya diadopsi dari sambal matah, tapi dengan bumbu dan saos Korea, sehingga menawarkan rasa yang khas,” ujar Niko.

Tidak mengherankan jika sejak menu tersebut dihadirkan langsung disambut baik oleh masyarakat Indonesia. Sebab sebelum diluncurkan, setiap setiap menu yang akan dihadirkan, telah direview oleh para pecinta kuliner, dan tidak ada yang memberikan nilai di bawah 8. Karena itu saya percaya dia meyakini makanan tersebut akan disukai oleh masyarakat Indonesia.

Diakui di luar na sudah banyak menu nasi dengan lauk daging shortplate. Namun yang membedakan Posarang dengan menu lainnya, adalah daging shortplate yang digunakan adalah daging dari US, yang beraroma wangi dan menawarkan tekstur daging yang lembut saat dimasak. Pilihan daging itu juga membuat Posarang tidak dimasak dengan bumbu yang berlebihan, sehingga tidak membuat eneg saat dimakan.

Masih untuk memenuhi selera masyarakat Indonesia yang suka berganti makan saat makan siang maupun makan malam, Posarang juga menawarkan variasi menu seperti; menu Nasi Korea Daging Sapi Manis, Nasi Korea Daging Sapi Asin, Nasi Korea Daging Ayam BBQ Manis. Dari pilihan menu tersebut, untuk karbohidrat ada pilihan Indomie, dan untuk porsi ada porsi reguler dan Jumbo.

“Untuk menu relatif sedikit, karena untuk memudahkan mitra dalam memenuhi permintaan pembeli,” ujar Niko.

Bicara soal kemitraan, menurut Niko, sejak diluncurkan di awal tahun 2021, saat ini Posarang telah memiliki 80 mitra yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, Ciledug, Bandung, Cimahi, Karawang, Cirebon, Purwokerto, Pekalongan, Malang. Hingga berbagai provinsi di luar Jawa seperti Bali, Jambi, Batam, Palembang, Kalimantan Selatan dan Makasar.

Untuk bergabung menjadi Mitra Posarang, lanjut Niko, mitra hanya dikenakan investasi Rp40 juta untuk model gerobak yang melayani take away dan delivery, dan Rp55 juta untuk Gerobak + Tenda yang dapat melayani dine in atau makan di tempat, take away dan delivery. Dengan biaya tersebut, mitra telah mendapatkan gerobak dan peralatan memasak standar Posarang, dan tenda plus peralatan makan untuk dine in.

Agar lebih menarik pembeli, Posarang juga menerapkan standarisasi dalam penyajian yang menggunakan piring khusus, dan untuk take away dan delivery menggunakan box khusus. Dengan cara penyajian tersebut, selain membuat lebih higienis, juga membuat semakin menunjukkan Posarang adalah makanan mahal namun dengan harga yang sangat murah.

Dalam box juga dicantumkan nomor yang dapat digunakan oleh konsumen untuk pesanan katering yang dikelola oleh kantor pusat. Dengan strategi itu, menurut Niko, membuat mitra memiliki peluang untuk mendapatkan pesanan katering atau pesanan dalam jumlah banyak. Karena untuk memenuhi pesanan dari konsumen, kantor pusat akan memenuhinya dari para mitra terdekat dengan pemesan.