Pesan Bije Widjajanto Pada Calon Franchisee: "Jangan Beli Franchise yang Hanya Laku Saat Puasa Saja"

Franchiseglobal.com - Perkembangan industri waralaba atau Franchise di Indonesia saat ini sedang mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode 2000 sampai 2010 lalu. Hal ini disampaikan oleh Founder Ben WarG Consulting, Bije Widjajanto dalam keterangan resminya yang diterima Franchiseglobal.com pada Rabu (9/5/2018).

“Secara relatif, dinamika sektor Franchise mengalami penurunan. Tetapi saya melihat ini sebagai sebuah perubahan menuju kedewasaan,” ujar pria kelahiran Blitar 52 tahun lalu itu.

Menurut Bije, pada era dekade pertama, orang melakukan praktek bisnis Franchise sebagai euphoria. Dimana itu adalah cara baru yang mereka kenal untuk segera mengembangkan bisnis mereka. Pada era itu juga semangat entrepreneurship di Indonesia sedang mulai tumbuh.

Tapi sekarang, kata Bije, setelah mereka mengalami berbagai masalah dalam menjalankan praktek bisnis Franchise (baik sebagai Franchisor maupun Franchisee), mereka mulai menyadari kalau praktek bisnis Franchise bukanlah sebuah langkah yang mudah.

“Kesadaran ini, membuat orang yang akan menerapkan Franchise pada bisnisnya mulai berpikir ulang seperti untung ruginya, kemampuannya, ketersediaan sumber dayanya dan lain-lain. Begitu juga dengan orang yang mau beli Franchise, mereka berpikir risikonya seperti apa, keuntungannya dibanding memulai bisnis sendiri serta keyakinan mereka terhadap calon Franchisornya," paparnya.

Memasuki bulan suci Ramadhan dan Lebaran, Bije menambahkan, prospek bisnis Franchise di Indonesia terbilang biasa-biasa saja. Sehingga Puasa dan Lebaran bukanlah suatu patokan untuk menjalankan suatu bisnis.

“Ya namanya orang mau berbisnis, Puasa ataupun tidak ya tetap saja. Bahkan ada orang yang justru ingin membuka bisnisnya pas bulan Puasa, tapi ada juga yang menundanya sampai setelah Lebaran. Ya jadi menurut saya normal-normal saja,” kata Bije.

Menurut Bije, sektor bisnis yang akan tumbuh pada masa bulan Puasa adalah sektor bisnis yang menawarkan kebutuhan orang dalam menjalankan Ibadah Puasa dan merayakan Idul Fitri.

“Jadi bisnis Franchise yang akan mengalami lonjakan penjualan adalah Franchise yang bermain pada sektor-sektor tersebut. Tapi saya juga mau bilang, apakah orang berbisnis, apalagi beli Franchise, hanya semata-mata untuk menghadapi bulan Puasa dan Idul Fitri saja? Kan tidak?,” kata Bije.

Sebelum membeli bisnis Franchise, kata Bije, calon Franchisee harus bisa mengetahui karakteristik bisnisnya terlebih dahulu. Karena menjalankan bisnis dengan membeli Franchise tidaklah sama seperti membeli baju ataupun mobil yang ketika dibeli akan langsung dikonsumsi.

“Membeli Franchise dan menjalankan bisnis itu yang diharapkan adalah untung dan tumbuh. Nah, kalau produknya hanya musiman saja bagaimana bisa bertahan,” jelasnya.

Jadi, kata Bije, para calon Franchise memang harus mempertimbangkan produknya yang dijual apakah bisa bertahan sampai masa Franchise habis atau tidak. Kemudian juga apakah konsep bisnis tersebut masih akan terus dapat dijalankan dalam jangka waktu yang lama atau tidak.

“Itu yang harus dipertimbangkan orang sebelum membeli Franchise. Jadi saya tidak menyarankan untuk membeli Franchise tertentu selama bulan Puasa. Tetapi pilihlah bisnis Franchise yang bisa hidup terus baik itu bulan Puasa, liburan sekolah, musim kemarau dan bulan-bulan lainnya. Jangan beli Franchise yang produknya hanya laku selama bulan Puasa saja,” pungkasnya. [ded]

DISCLAIMER
FranchiseGlobal.com tidak bertanggungjawab atas segala bentuk transaksi yang terjalin antara pembaca, pengiklan, dan perusahaan yang tertuang dalam website ini. Kami sarankan untuk bertanya atau konsultasi kepada para ahli sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi. Tidak semua bisnis yang ditampilkan dalam FranchiseGlobal.com menerapkan konsep franchise semata, melainkan menggunakan konsep franchise, lisensi, dan kemitraan.

Member of:

Organization Member:

Media Partner:

Our Community: