Uniknya dari pempek ini adalah kuahnya yang tak lagi menggunakan cuka seperti pempek pada umumnya, tapi menggunakan sambal penyetan sesuai dengan namanya. Billy Firmansyah selaku pemilik Pempek Farina mengklaim kalau penyetan pempek ini adalah yang pertama di Indonesia.

“Ini adalah salah satu produk yang mengangkat tema local wisdom (kearifan lokal),” ujar Billy saat dihubungi wartawan Franchiseglobal.com via telepon, Kamis (15/11/2018).

Menurut Billy, beberapa bulan yang lalu penyetan pempek juga telah berhasil mendapatkan penghargan dengan kategori ‘The Best Creative & Innovative Product of the Year’ 2018.

“Waktu itu penghargaan Indonesia Award di Santika Semarang,” katanya.

Kedepannya, dia berharap penyetan pempek bisa diterima oleh masyarakat seperti halnya menu-menu Farina yang lainnya. Dengan begitu, pihaknya akan lebih serius lagi untuk terus berkreasi mengembangkan inovasi-inovasi produk pempek.

“Pempek Farina ini mau menyebar ke seluruh nusantara. Jadi tidak menutup kemungkinan juga kita mengangkat tema local wisdom di daerah-daerah yang lain. Kita sesuaikan dengan selera masing-masing daerah,” tutup Billy.

Pempek Farina masih menawarkan peluang bisnis untuk calon mitra yang ingin bergabung. Ada 2 model bisnis yang ditawarkan, yaitu foodcourt atau island Rp150 juta dan model ruko atau stand alone Rp315 juta.

Selain itu juga ada merek 3 in 1 (petisan, pempek, dan rawon) dengan nilai investasi di angka Rp600 juta. Perkiraan omsetnya sekitar Rp210 juta sampai Rp300 juta per bulan atau kurang lebih sehari bisa sampai sekitar Rp7 juta sampai Rp10 jutaan. Sementara lama BEP-nya sendiri sekitar 15 bulan sampai 20 bulanan.

Silakan klik Pempek Farina untuk mengetahui nilai investasi, BEP dan informasi lainnya. [ded]