JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM – Dokter Mobil, bengkel spesialis AC dan Tune Up yang bernaung di bawah PT Domo Manajemen Grup bersama dengan 9Circle mengembangkan mesin cuci darah pertama di Indonesia dengan sistem engine flushing. Inovasi yang lahir sejak awal tahun 2019 lalu ini diklaim dapat mendorong oli lama keluar dan menggantinya dengan oli baru tanpa harus bongkar mesin.

Direktur Utama Dokter Mobil, Angky Andang dalam keterangannya kepada FRANCHISEGLOBAL.COM menyampaikan bahwa inovasi ini dilatarbelakangi dengan metode penggantian oli yang masih menggunakan standart lama sehingga menyisakan sebagian dari oli bekas itu sendiri.

“Untuk itu Dokter Mobil bersama dengan 9Circle mengembangkan sistem ‘cuci darah’ di Taiwan untuk dibawa dan menjadi yang pertama di Indonesia,” ungkap Angky.

Menurut Angky, pemilihan nama ‘cuci darah’ untuk penggantian oli pada mesin mobil ini diambil dari istilah kedokteran. Namun siapa sangka, ternyata inovasi yang dapat membersihkan kotoran dan kerak karbon di ruang mesin secara menyeluruh ini begitu diminati oleh pelanggannya. Tak heran jika peminatnya semakin meningkat.

“Selama proses flushing oli atau cuci darah ini dilakukan, customer tidak perlu untuk menunggu lama berkat teknologi yang canggih ini. Dengan alat engine flush 9 circle ini, kotoran dan kerak-kerak oli yang ada di dinding mesin semuanya akan terangkat keluar,” katanya.

Dengan mesin cuci darah ini, lanjutnya, pengguna kendaraan akan merasakan berbagai manfaat seperti suara mesin yang akan terdengar lebih halus, meningkatnya performa kendaraan, membersihkan kotoran di ruang mesin serta dapat mengefesiensi pembakaran.

Strategi di Masa Pandemi

Pada awal PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang menjadi bagian dari program pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19, Dokter Mobil mengalami penurunan omset hampir 17%. Namun kata Angky, pihaknya dapat segera beradaptasi dengan meluncurkan program Home Service. Sehingga Dokter Mobil pun kembali growth.

“Dengan program ini, customer tidak perlu lagi keluar rumah untuk melakukan service pada mobilnya. Karena kami hadir dengan menggunakan APD yang lengkap, sehingga customer merasa lebih aman ketika mobilnya kami service di rumah. Kami juga melakukan disinfeksi rumah dengan cara fogging,” tambahnya.

“Karena PSBB, kami juga merambah ke bidang online dengan menjual produk-produk unggulan kami melalui platform digital atau marketplace. Inilah mengapa Dokter Mobil tetap dapat bertahan selama pandemi,” sambungnya.

Bahkan di masa pandemi ini, Dokter Mobil juga telah berhasil menambah 5 bengkel baru yaitu di kawasan BSD, Depok, Pegangsaan Dua (LV88) Alam Sutera dan Bandung. Ini sekaligus membuktikan bahwa Dokter Mobil yang telah memiliki sertifikat ISO 9001:2015 di tahun 2019 dan sertifikat SNI untuk produk oli ini menjadi salah satu bisnis yang dapat bertahan di masa pandemi dan krisis ekonomi 2021.

Peluang Bisnis Franchise

Terkait dengan ekspansi bisnisnya, Dokter Mobil membuka peluang kemitraan dengan nilai investasi mencapai Rp950 jutaan. Nilai tersebut sudah termasuk franchisee fee sebesar Rp200 juta dengan masa kerjasama selama 5 tahun dan juga semua perlengkapan bengkel seperti mesin, tools, sistem POS, media promosi awal dan lain-lain, tapi belum termasuk pajak, sewa dan juga renovasi bengkel.

Selain itu, mitra juga dikenakan biaya royalti sebesar Rp1 juta setiap bulannya serta manajemen fee sebesar 4,5% dan pemasaran bersama sebesar 3% per bulan. Dengan nilai investasi tersebut, mitra diyakini dapat balik modal dalam kurun waktu 1 tahun 6 bulan atau paling lama 2 tahun 6 bulan.

Hingga saat ini, Dokter Mobil telah memiliki 16 cabang dan akan bertambah menjadi 17 cabang di Januari 2021 mendatang dengan rincian 12 cabang di Jakarta, 2 cabang di Surabaya, 1 cabang di Bandung, 1 cabang di Makasar dan 1 cabang Cirebon (buka di Januari 2021).