Franchiseglobal.com - Nama Kopi Oey sudah dikenal masyarakat secara umum sejak 2009 silam. Dimana outlet pertamanya terletak di Jalan Haji Agus Salim Jakarta Pusat. Sejak saat itu, bisnis besutan almarhum Bondan Winarno ini pun mulai membuka peluang kerjasama dengan konsep kemitraan.

Seiring berjalannya waktu, Kopi Oey yang identik dengan nuansa Vintage (jaman dulu) pun mulai diberi sentuhan dengan nuansa milenial, sesuai dengan perkembangan jaman yang semakin modern.

“Ada beberapa outlet baru memang kita kasih sentuhan nuansa milenial. Tapi kalau yang di Sabang itu kita tetap kuat dengan tradisi jaman old. Nuansanya, lagu-lagunya kita tetap bertahan seperti jaman dulu,” ungkap Kepala Divisi Operasional Kopi Oey, Tony Assya.

Begitu juga dengan strategi digitalnya. Tony menyebut, pihaknya saat ini cukup aktif di sosial media seperti Instagram dan Twitter. “Tapi Instagram lebih efektif. Karena dia bermain di foto-foto kan. Jadi orang bisa langsung lihat foto,” kata dia.

Soal menu, Kopi Oey menyajikan berbagai macam menu seperti Sego Ireng, Soto Tangkar, Teh Tarik, Es Kopi Keponakan dan menu lainnya dengan range harga berkisar antara Rp20 ribu sampai Rp100 ribuan.

Bagi yang ingin menjalin kemitraan dengan Kopi Oey, Tony bilang, nilai investasi yang harus disiapkan antara Rp500 juta sampai Rp700 jutaan dengan konsep bagi hasil dari laba. Dimana 30 persen untuk principal dan 70 persen untuk mitra.

“Karena yang mengelola dari pihak principal, maka kita sistemnya bagi hasil dan tidak ada royalty fee lagi. Biasanya dalam waktu 36 bulan mitra sudah balik modal. Kalau sudah balik modal, nanti sistem bagi hasilnya berubah,” jelasnya.

Saat ini, Kopi Oey sudah memiliki 16 outlet yang tersebar di Jabodetabek, Makassar, Jambi, Palembang dan Lampung. Dimana 12 outlet diantaranya adalah milik mitra.