Franchiseglobal.com – Himpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (wali) resmi melantik jajaran kepengurusan baru. Setelah dua periode wali dipimpin oleh Levita Ginting Supit, wali turut andil dalam mendorong kemajuan bisnis waralaba di Indonesia. Wali optimis di tahun 2020 mendatang pertumbuhan bisnis waralaba akan tumbuh pesat, bahkan dapat bersaing secara global.

Levita G Supit mengatakan di tahun 2019 mayoritas pelaku bisnis menganggap tahun ini sebagai tahun yang penuh perjuangan, sebab ada faktor politik dan keributan yang berkelanjutan pasca Pilpres. Harapannya dengan perjuangan ini, dapat menghasilkan pemerintahan yang baik dengan demikian akan berdampak pada pertumbuhan bisnis.

“Pelaku bisnis pun sudah bisa membaca peluang- peluang apa yang terbuka di 2020, sehingga kita bisa menyiapkan bisnis kita,” katanya dalam acara Gathering wali dan pelantikan kepengurusan wali, Kamis, (19/12/2019).

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Franchise, Lisensi, dan Kemitraan Kadin itu menyampaikan selama 10 tahun memimpin wali Ia mengingat dimana wali pada awalnya hanya dibentuk oleh segelintir orang, namun sekarang wali bisa berkembang sebesar ini dan paling utama wali bisa menjadi berkah bagi pelaku usaha Indonesia.

“Jadi akhir tahun ini menjadi periode saya yang terakhir dan akan digantikan oleh kepengerusan yang baru dan akan meneruskan himpunan wali ini. Kita berharap para pelaku usaha dapat terus mensupport wali dan mencari informasi bisnis ke wali, sehingga kita dapat bersama- sama mengembangkan bisnis kita,” tuturnya.

Walaupun sudah tidak lagi memimpin wali dirinya di Kadin tetap akan terus mensupport wali, karena di dalamnya berkumpul para pelaku bisnis, consultan bisnis dan pengamat. Sebagai informasi di tahun 2020, pemerintah juga telah menyiapkan dana yang begitu besar untuk mensupport UMKM yang ada di Indonesia dan akan memberikan bunga yang rendah melalui bank- bank yang telah ditunjuk pemerintah.

“Hal ini tentu menjadi kesempatan bagi para pelaku UMKM karena pemerintah mensupport. Akhir kata saya ucapkan terimakasih sebesar- besarnya bagi siapapun yang telah mensupport kami,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, kepengurusan wali yang baru dilantik oleh Dewan Pembina wali, Taufik Darusman. Dia menyampaikan dewan Pembina wali masa bakti 2019- 2024 di antaranya adalah Levita G Supit, Evia Diah Puspitawati, Antarlina Amir, Dedi Panigoro dan Taufik Darusman. Adapun Ketua Umum wali berikutnya adalah Tri Raharjo  dan Sekretaris Jendral dijabat oleh Yulia Astuti.

Dia juga menambahkan dengan memberikan gambaran pernyataan bahwa ekonomi di tahun 2019 ini melamban tidak semuanya demikian. Terbukti Majalah Forbes telah merilis 50 orang terkaya Indonesia justru mengalami kenaikan kekayaannya dibandingkan tahun lalu sebanyak US$3 miliar, bahkan di tahun 2017 kekayaan 50 orang ini sekitar US$129 miliar menurut Forbes di tahun 2018 kekayaan mereka US$134 miliar, artinya mengalami kenaikan US$5 miliar.

“Jadi sebetulnya yang susah siapa, sehingga hal ini dapat menjadi bahan pemikiran bahwa di setiap periode ada bisnis yang sedang bagus dan ada yang tidak. Jika jumlah kekayaan yang menjadi tolak ukur maka semestinya ekonomi baik- baik saja, dan kekayaan itu sudah pasti juga menetas ke bawah,” tuturnya.

Ketua Umum wali periode 2019- 2024, Tri Raharjo menyampaikan akan terus melanjutkan program- program sukses di masa sebelumnya seperti Pameran Franchise & Licensi Expo Indonesia (FLEI) dan Gathering wali yang mengangkat isu- isu strategis. Selain melanjutkan program, dibawah kepemimpinannya juga akan melakukan perbaikan dengan harapan wali ke depan dapat lebih tumbuh bukan hanya di Jakarta tetapi juga tumbuh di daerah.

 “Pengalaman selama 14 tahun mendirikan media waralaba, semoga ilmu ini dapat saya dedikasikan untuk waralaba dan lisensi Indonesia. Ke depan kita akan membentuk kepengurusan yang lebih atraktif dalam bisnis waralaba ini,” ujarnya. 

Secara program akan Tri menuturkan akan menyusun program selama lima tahun ke depan. Tak kalah penting karena ini era digital maka situs web dan media sosial wali akan lebih aktif. Sehingga dapat menyediakan pengetahuan bagi para pelaku bisnis. Tentu saja kami juga mengharapkan dukungan dari para anggota wali atau pelaku bisnis lainnya, media, pengurus maupun pengamat, Kadin dan Pemerintah, ”katanya.

Sekjen wali, Yulia Astuti menambahkan ke depan dikepengurusan yang baru wali akan lebih mengoptimalkan peran milenial. Selain itu juga dapat terus bersinergi dengan berbagai pihak yang mendukung pertumbuhan usaha. “Fokus kita untuk pembinaan bagi para pelaku bisnis agar bisnis dapat berkelanjutan,” tutupnya.