JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM - Bisnis waralaba atau franchise saat ini masih digandrungi masyarakat Indonesia, apalagi buat para pemula yang tidak mempunyai pengalaman bisnis ini dapat menjadi solusi.

Pasalnya, dalam sistem bisnis waralaba produk dan strategi penjualan sudah disiapkan oleh sang pemilik bisnis, pembeli waralaba hanya tinggal menyiapkan modal dan melanjutkan bisnisnya saja.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kita memutuskan untuk membeli sebuah franchise, berikut beberapa hal yang harus dilakukan sebelum memutuskan untuk membeli waralaba.

1. Kredibilitas Franchisor
Sebelum memutuskan untuk membeli waralaba ada baiknya untuk mempertimbangkan kredibilitas dan akuntabilitas franchisor serta bisnis franchisenya.

Hal ini perlu dilakukan untuk mendapatkan jawaban yang lebih pasti bahwa usaha yang akan dibeli bisa diandalkan.

Caranya, periksa reputasi dan nama pemilik waralaba tersebut, bagaimana latar belakangnya dan bagaimana komitmen terhadap usahanya.

Jika pemilik waralaba tersebut termasuk pengusaha yang hit and run, sebaiknya urungkan untuk membeli waralaba tersebut.

2. Ketahui Struktur Organisasi
Pembeli waralaba juga harus mengetahui secara detail struktur organisasi dari perusahaan franchise dan fungsi dari masing-masing bidang.

Pasalnya, perusahaan yang tidak solid tidak akan bertahan lama. Dan kesolidan sebuah perusahaan dapat dilihat dari kekompakkan struktur organisasi perusahaan dan para stafnya.

3. Lakukan Investigasi Sendiri
Untuk mencari perusahaan waralaba yang baik, sebaiknya hindari untuk mengandalkan investigasi orang lain yang hanya sekedar katanya, katanya.

Kita harus mencari tahu sendiri dengan cara mendatangi salah satu franchisor, tentunya dengan mengamati suasana dan keadaan di dalamnya.

Kita juga dapat mengorek informasi tentang waralaba tersebut dengan bicara pada para staf yang ada perusahaan tersebut, sehingga kita mengetahui sistem yang dimainkan waralaba yang akan kita beli nantinya.

4. Mencari Info dari Franchisee
Kita jug abisa mencari informasi dari franchisee waralaba, biasanya mereka memberikan informasi yang lebih objektif, sehingga kita mendapatkan gambaran sebuah waralaba.

Mulai dari penjualan, biaya yang mungkin timbul, keuntungan, kelebihan dan kelemahan usaha tersebut, dan lain sebagainya.

5. Alternatif Waralaba
Cara selanjutnya adalah dengan mencari alternatif waralaba lainnya, sehingga hal ini kita dapat membandingkan antara satu waralaba dengan waralaba yang lainnya.

Pasalnya, boleh jadi waralaba sejenis atau kompetitor usaha franchise kompetitornya jauh lebih baik, untuk itu kit aharus mempunyai alternatif waralaba lainnya.

6. Second Opinion
Cara terakghir ini dapat kita peroleh dari para ahli atau pakar franchise sebelum memutuskan untuk membeli sebuah waralaba.

Nah, pendapat para ahli ini dapat menjadi panduan sempurna untuk menghindari berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan dari membeli sebuah waralaba. Seperti hal-hal yang menyangkut badan hukum, brand, atau peluang bisnisnya.