“Selama ini Es Teler 77 kan lebih dikenal oleh mereka yang sudah berkeluarga. Nah, sekarang kita juga mau brand kita lebih dikenal di kalangan anak muda. Saat ini kita sedang peremajaan konsep dan kita mau nge-grab customer-customer yang milenial,” ungkapnya.

Menurut Irman, peremajaan konsep di setiap gerai Es Teler 77 akan dilakukan secara bertahap. Dimulai dari Es Teler 77 cabang Pondok Indah Mall yang kemudian akan disusul ke cabang-cabang lainnya.

“Nanti interiornya kita perbarui, seperti ada mural-muralnya gitu. Lalu dari sisi desain juga kita perbarui supaya masuk dengan konsep anak-anak muda,” katanya.

Dengan adanya peremajaan konsep tersebut, Irman berharap Es Teler 77 bisa terus tumbuh berkembang dan memperbanyak cabangnya lagi, bukan hanya di lokal saja tapi juga sampai ke luar negeri.

“Harapan di 2019 seperti itu. Jadi kita mengharapkan pertumbuhan yang lebih banyak lagi. Bukan cuma di lokal saja tapi juga di luar negeri,” harapnya.

Es Teler 77 masih terus membuka peluang bisnis bagi calon mitra yang tertarik bergabung. Nilai investasi yang dibutuhkan kurang lebih mencapai Rp1 miliar. Mitra juga akan dikenakan royalty fee sebesar 4 persen, manajemen fee 4 persen dan marketing fee 2 persen.

Sampai saat ini sudah ada sekitar 150 gerai Es Teler 77 yang tersebar di seluruh Indonesia sejak pertama kali berdiri pada tahun 1982 silam. Sepanjang 2018 sendiri, Es Teler 77 berhasil membuka sebanyak 15 gerai baru. [ded]