JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM - Bisnis waralaba di Indonesia pastinya tidak terlepas dari perkembangan ekonomi nasional. Dan kita patut bersyukur bahwa ditengah perlambatan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi kita justru telah menunjukan capaian yang menggembirakan. Di mana dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi kita trennya telah meningkat dari 4,88 persen di tahun 2015 menjadi 5,17 persen di tahun 2018.

Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Dr. I Gusti Ketut Astawa mengatakan bahwa sektor waralaba di Indonesia terus berkembang positif, didukung oleh tingkat permintaan yang tinggi terutama dari golongan masyarakat menengah Indonesia dan berusia muda yang membutuhkan ruang sosialisasi dan bergaul sehingga mendorong sektor waralaba di bidang jasa terutama makanan-minuman (rumah makan/restoran/kafe/bar) yang saat ini semakin menjamur.

“Daya tarik pasar Indonesia juga turut mengundang pelaku waralaba internasional melakukan investasinya di Indonesia sehingga menggairahkan tingkat persaingan usaha sekaligus memberikan inspirasi tumbuhnya usaha waralaba lokal. Kuatnya daya tarik pasar Indonesia inilah yang menjadi modal bagi pelaku waralaba untuk terus melakukan ekspansi,” papar Ketut Astawa.

Meski begitu, kata dia, pewaralaba harus mempunyai Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) untuk menjalankan usaha waralabanya. Karena menurutnya, STPW merupakan identitas bagi pewaralaba yang legal dan diakui oleh negara. Sementara dari sisi bisnis, STPW dapat dijadikan sebagai salah satu kriteria bonafiditas bagi calon penerima waralaba dalam memilih entitas waralaba yang diyakini akan memberikan keuntungan.

“Dengan adanya STPW dapat dibangun lebih mudah kepercayaan yang menjadi dasar terjadi sebuah kesepakatan bisnis antara pemberi dan penerima waralaba. Kesimpulannya, kepemilikan STPW sangat penting dan menguntungkan bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

Berdasarkan trend pewaralaba yang melakukan pendaftaran setiap tahunnya, jumlah pemilik STPW, kata dia, telah mengalami peningkatan mencapai 10 persen setiap tahunnya. Berdasarkan data penerbitan STPW 10 tahun terakhir terdapat 160 Pemberi Waralaba Luar Negeri dan 90 Pemberi Waralaba Dalam Negeri yang telah terdaftar.

Dia menambahkan, saat ini yang menjadi prioritas utamanya adalah kemudahan untuk mendapatkan STPW dari pemerintah. Karena dengan adanya pengakuan dari pemerintah, kata dia, maka akan tercipta kepastian hukum, transparansi dan timbulnya trust yang juga menjadi faktor mendasar dari keberhasilan sebuah bisnis.

“Secara berkala kami menyelenggarakan kegiatan pembinaan seperti pendampingan waralaba kepada pekerja migran Indonesia dan diaspora Indonesia di Hong Kong, Jepang, dan Korea, agar ketika kembali ke Indonesia dapat menjadi pelaku usaha waralaba, serta business matching pelaku waralaba Indonesia dengan investor asing,” pungkasnya. [ded]