JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM - Pendapatan Jumat Beli Lokal, antara produsen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan pasar dalam satu platform virtual Jakarta Utara hingga saat ini mencapai Rp340 juta.

Hal itu dikatakan Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim Ali, menurut dia, sebelumnya pihaknya sudah membuka prapemesanan kurang lebih sebanyak Rp280 jutaan, dengan live shopping sudah sampai angka Rp340 jutaan.

"Semoga ini semua bisa membahagiakan UMKM kita, makanya ini jadi program yang berkelanjutan dari Ibu Kepala Dinas PPKUKM," kata dia pada awak media di Jakarta, Jumat (7/1/2022).

Dia melanjutkan, transaksi prapemesanan sudah dibuka sejak 1 Januari 2022 dan untuk pesanan langsung ke UMKM dan sudah ditutup pada Kamis 6 Januari 2022 pukul 20.00 WIB.

"Semua barang yang sudah dipesan dan dibayar akan dikirim langsung kepada konsumen," jelasnya.

Pendistribusian produk-produk yang dijual Jakpreneur Jakarta Utara melalui situs tokopedia.com/jakpreneurofficial tersebut juga melibatkan unsur pemerintahan terkait, misalnya di kecamatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta (PPKUKM) Elisabeth Ratu Rante Allo menyatakan apresiasinya akan peran serta Wali Kota Jakarta Utara dalam membantu para Jakpreneur di wilayahnya.

"Pelaksanaan Jumat Beli Lokal ini merupakan program dari Pemprov DKI Jakarta untuk membantu para Jakpreneur. Namun, peran Pak Wali Kota sangat membantu dalam memberdayakan Jakpreneur atau UMKM di DKI Jakarta," ujarnya.

Ke depan, Ratu berharap semua pihak bisa mendukung UMKM di DKI Jakarta sehingga ekonomi Indonesia bisa bangkit kembali setelah pandemi.

Jumat Beli Lokal menghadirkan beragam produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) unggulan Jakpreneur.

Ratu menjelaskan program Jumat Beli Lokal dihadirkan untuk membantu para Jakpreneur dan yang baru bergabung sekitar 288 ribu dan di Jakarta Utara, total Jakpreneur sekitar 35 ribu.

"Kita juga harus mendukung UMKM yang sudah berproduksi dengan ikut membeli produk yang dihasilkan. Tentunya produk-produk yang dijual hari ini sudah melalui proses kurasi produk UMKM," paparnya lagi.

Menurut data Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) pada 2018, jumlah pelaku UMKM sebanyak 64,2 juta atau 99,99 persen dari jumlah pelaku usaha di Indonesia.

Daya serap tenaga kerja UMKM adalah sebanyak 117 juta pekerja atau 97 persen dari daya serap tenaga kerja dunia usaha.

Sedangkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional (PDB) sebesar 61,1 persen dan sisanya yaitu 38,9 persen disumbangkan oleh pelaku usaha besar yang jumlahnya hanya sebesar 5.550 atau 0,01 persen dari jumlah pelaku usaha.

Sehingga, peran UMKM menjadi potensi besar yang dapat menggerakkan roda perekonomian Indonesia.

“Melalui program Jumat Belanja Lokal, bersama-sama kita gerakkan roda perekonomian Indonesia,” tandasnya.