Di hari pertama opening, animo masyarakat cukup anitusias mengingat Pempek Farina sendiri telah memiliki pelanggan fanatik di Surabaya Barat. Selain itu, nama besar Mall Ciputra World juga sangat berpengaruh dalam mendatangkan pengunjung.

“Kami targetkan omset rata-rata per hari mencapai Rp6 juta sampai Rp7 jutaan,” tegas owner Pempek Farina, Billy Firmansyah pada Franchiseglobal.com via Whatsapp.

Untuk menggaet lebih banyak pengunjung, Pempek Farina memberikan diskon sebesar 50 persen untuk semua menu tanpa terkecuali bagi 100 pembeli pertama.

“Kami berharap dengan adanya cabang baru ini bisa semakin memotivasi kami untuk terus berekspansi ke seluruh nusantara agar kuliner lokal semakin dikenal dan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” katanya.

“Disamping itu pula kami berharap dengan adanya cabang baru ini dapat memberikan manfaat bukan hanya bagi perusahaan, namun juga untuk sesame kita yang lain,” sambungnya.

Peresmian Brand Calo (Cak Lontong)

Dalam kesempatan yang sama, selain membuka cabang ke-30 Pempek Farina, PT. Primaboga Nusantara Inti juga meresmikan brand baru yang ke-5 sekaligus cabang pertamanya yaitu Calo (Cak Lontong-red). Pempek Farina dan Calo menempati area di Island yg sama (bersebelahan).

Calo sendiri merupakan makanan serta lontong. Dimana menu andalannya seperti tahu petis, tahu tekk dan tahu telor, Spesialnya pake telor bebek.

“Ide memunculkan brand Calo ini adalah dari tingginya permintaan dari konsumen akan produk tahu telor dan tahu petis di Surabaya. Kami menangkap hal tersebut sebagai peluang untuk mengakomodir kebutuhan pelanggan dengan memberikan nilai tambah berupa variasi telor yang sebelumnya hanya telor ayam, kami lengkapi dengan telor bebek yang sangat nikmat untuk dijadikan sebagai pendamping menu tahu telor. Selain itu, kami juga memberikan pilihan level atau tingkat kepedasan untuk memberikan pengalaman lebih atau sensasi yang berbeda,” papar Billy.

Ada 3 pilihan menu makanan yang disajikan di Calo. Dimana semuanya termasuk dalam menu andalan. Hal ini dilakukan agar pecinta kuliner lebih fokus untuk dapat meng-eksplore keunikan dari menu baru tersebut.

“Harapan kami dengan adanya menu Calo ini dapat mengikuti kesuksesan brand-brand kami yang lainnya seperti Pempek Farina, Petisan dan Bujang Tuo. Karena dengan berhasilnya brand Calo ini akan membuka banyak lapangan kerja dan juga kami telah mewujudkan visi perusahaan yaitu ikut serta mensejahterakan bangsa melalui kuliner,” katanya.

Terkait dengan peluang usaha yang ditawarkan, Pempek Farina memiliki nilai investasi yang terbagi dalam 2 model bisnis. Dimana model bisnis yang pertama adalah foodcourt atau island dengan nilai Rp150 juta. Sementara model kedua adalah model ruko atau stand alone dengan nilai Rp315 juta.

“Kita juga ada yang 3 in 1 (petisan, pempek, dan rawon) itu nilai investasinya Rp600 juta,” jelasnya.

Perkiraan omsetnya sekitar Rp125 juta sampai Rp130 juta per bulan atau kurang lebih sehari bisa sampai sekitar Rp4 juta sampai Rp4,5 jutaan. Sementara lama BEP-nya sendiri sekitar 18 bulan sampai 20 bulanan.

Saat ini Pempek Farina sudah memiliki 30 cabang yang tersebar di 6 kota seperti Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Madiun, Makassar, dan juga Bali. Sementara untuk yang 3 in 1 sudah ada 3 cabang yang semuanya ada di Surabaya.

Silakan klik Pempek Farina untuk mengetahui nilai investasi, BEP dan informasi lainnya. [ded]