Eksistensi ragam kultur dan budaya yang ada di Indonesia terbukti menjadi tantangan tersendiri bagi kalangan usahawan yang hendak memperluas jaringan bisnisnya dengan membuka cabang. Kemampuan untuk membuka cabang di berbagai daerah pun menjadi bukti tersendiri yang menunjukkan kekuatan sebuah bisnis. Inilah yang ditunjukkan Calais Artisan Bubble Tea & Coffee.

Dengan puluhan outlet yang tersebar dari Sumatera sampai dengan Papua, Calais Artisan Bubble Tea & Coffee berhasil menunjukkan bahwa bisnisnya telah diterima oleh khalayak dan tentunya mampu menelurkan keuntungan. Kemampuan Calais mempenetrasi pasar di daerah tidak lepas dari strategi pricing yang ditetapkan dengan menyasar kalangan kelas ekonomi menengah. “Ini karena target market kita yang luas dan lokasi kita selalu cari yang strategis agar pertumbuhan sales kita terjaga,” ungkap Billy Kurniawan selaku owner.

Sebagai salah satu produk yang unggul dalam soal branding, Calais Bubble Tea & Coffe tidak lantas mengabaikan kualitas produk. Billy memaparkan bahwa persoalan rasa dan kualitas produk tetap menjadi fokus utama Calais untuk menarik konsumen. “Kita rutin melakukan quality control, dari situ konsumen bisa merasakan sendiri produk mana yang low quality dan mana yang high quality,” ujarnya.

Untuk meyakinkan pelanggan atas terjaganya kualitas produknya, Calais sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. Selain itu, setiap produk tehnya diseduh saat dipesan demi menjaga rasa yang fresh. Dari keterangan Billy, gula yang digunakan oleh Calais Bubble Tea & Coffe adalah gula organik yang sehat dan lebih aman bagi tubuh. Karenanya tidaklah mengherankan jika sebagai brand, Calais tetap mampu bertahan dan terus mengembangkan sayap usahanya.

“Konsep dari Brand Calais sendiri adalah vintage modern, di mana hal ini terlihat mulai dari design masing-masing outlet Calais yang berbeda-beda. Hal ini didasari untuk memberikan kesan yang berbeda-beda ketika mereka datang ke outlet Calais. Selain itu, brand Calais ini sendiri ingin terus meng-eksplorasi tingkat kreativitas sehingga brand Calais sendiri menjadi dekat dan terhubung dengan apa yang sedang menjadi tren saat ini. Didukung juga dari design-design yang fresh, sangat modern, dan tidak kaku, menjadikan brand Calais ini sangat dekat dengan gaya hidup saat ini,” papar Billy.

Meski cukup penetratif, Calais Artisan Bubble Tea & Coffee tetap membuka peluang kerjasama. Calais sangatlah terbuka bagi para calon terwaralaba yang ingin mengambil system franchise Calais, dan untuk lama masa kerjasamanya adalah 5 tahun. “Investasi awal dapat mencapai Rp 600hingga Rp 700 juta. Nilai tersebut diperuntukan Single Unit License Fee Rp 175 juta, Material Cost dan Equipment Rp 325 juta, Sewa Tempat 35m2-40 m2 Rp 200 juta (belum termasuk employee). Sedangkan Royalty Fee Perbulannya 5% (omset dikurang PB1, hasilnya dikali 5%),” papar Billy. (Adv)

Tertarik berpartner dengan Calais? Silakan Isi form di bawah ini untuk info lebih lanjut.

(Eza)