Jaringan bisnis D’Penyetz Group yang bernaung unit bisnis waralaba resto D’Penyetz dan kedai minuman D’Cendol ini baru-baru menambah deretan armada mereka di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kali ini giliran destinasi wisata favorit di Makassar, Jl Penghibur No 31. Pantai Losari, menjadi lokasi berdirinya outlet D’Penyet yang bersanding dengan D’Cendol dalam satu atap.

Selain Makassar, praktis keberadaan outlet baru ini melengkapi jaringan outlet D’Penyetz dan D’Cendol yang sudah ada di Balikpapan, Medan, Batam dan Kalimantan. Sebagai masa promosi, diluncurkan PROMO buy 1 get 1 free Ayam Penyet Asli khusus makan di tempat makan, dan buy 1 get 1 free berlaku untuk pemesanan menu ayam penyet, ayam balado, ayam sambal hijau, ayam sambal rica. Seluruh menu ini dibanderol senilai Rp19 ribu per porsinya.

Tidak hanya itu, Free Topping (nangka/kacang merah/cincau/apukat/oreo) untuk setiap pembelian Cendol ukuran Large selama masa opening.

Owner D’Penyetz, Edy Ongkowijaya mengungkapkan bahwa dibukanya outlet baru di Medan ini menggenapi armada outlet bisnisnya menjadi total lebih dari 85 outlet di seluruh jaringan D’Penyetz.

Diakui sendiri oleh Edy Ongkowijowo, owner dari D’Penyetz, bila eksistensi bisnisnya masih bertahan dan berkembang sampai sekarang karena lebih kepada kekuatan word of mouth masyarakat yang sudah pernah mencicipi sajian D’Penyetz.

“Sebenarnya saya tidak sporadis dalam mencari mitra, saya tidak mau nanti kesannya seperti ngejual-jual franchise. Jadi kalau saya itu meyakinkannya dengan word of mouth, nanti biar mitra kami dan masyarakat saja yang menjelaskan seperti apa keunggulan bermitra dengan kami,” ujar Edy.

Lebih lanjut, bagi Edy konsistensi dan kejujuran menjadi poin penting bagi dirinya dalam membangun bisnis D’Penyetz bersama mitra. Sehingga tak sedikit dari mitranya yang merasa puas bekerjasama dengan D’Penyetz dan memiliki lebih dari satu outlet. Keunikan ayam dengan bumbu yang meresap ke dalam tulang ini beromzet sekitar Rp. 100 juta untuk konsep foodcourt dan konsep restoran beromzet Rp. 250-300 juta per bulan.

Bila anda berminat, bisnis kuliner yang sudah menembus pasar ASEAN ini membanderol investasi yang dibagi dalam dua paket. Pertama tipe foodcourt dibanderol senilai 250 juta – Rp 350 juta untuk konsep Foodcourt diperuntukan di daerah Jabodetabek saja. sedangkan untuk konsep Restaurant dibutuhkan setidaknya Rp 500 juta – Rp 800 juta dimana biaya tersebut termasuk peralatan. (adv)

 Ingin informasi lebih jauh? Silahkan klik Waralaba D’Penyetz atau isi form di bawah ini agar bisa dihubungi franchisor secara langsung.