Menurut Tony, respon masyarakat disana cukup bagus, mengingat dikedua kota tersebut belum ada outlet Oto Bento yang secara resmi beroperasi disana.

“Jadi ada sesuatu yang baru disana. Sehingga responnya cukup bagus,” ungkap Tony.

Selain di Lombok dan Bali, kata Tony, pihaknya juga akan kembali membuka outlet barunya di kawasan Purwokerto. Rencananya akan ada 2 outlet yang akan dibuka disana.

“Kemarin kita sudah survey kesana. Mungkin dalam waktu dekat ini kita akan buka disana,” tambahnya.

Tony juga terus melakukan inovasi dengan menghadirkan menu-menu baru. Apalagi, saat ini pihaknya tengah fokus dalam pengembangan konsep ke arah kafe. Sehingga menu-menu yang ada di Oto Bento perlu diperbanyak.

“Nanti kita ada menu-menu tambahan. Ada 4 menu minuman baru, kemudian kita juga ada kopi dan juga ada tambahan snack juga,” jelasnya.

Terkait dengan peluang usahanya, Tony telah merubah nilai investasi untuk calon mitra barunya. Dimana konsep kios kini sudah ditiadakan. Sehingga Oto Bento kini hadir dalam konsep ruko dengan nilai investasi Rp185 juta, naik Rp10 juta dari nilai sebelumnya Rp175 juta.

Kemudian ada konsep resto dengan nilai investasi Rp270 juta, naik 20 juta dari nilai sebelumnya Rp250 juta. Dan yang terakhir konsep kafe dengan nilai investasi Rp350 juta.

Saat ini, Oto Bento sendiri telah memiliki 65 outlet secara keseluruhan. Tony berharap, pihaknya bisa menambah 8 hingga 10 outlet lagi di tahun ini.

“Kita juga ingin mengembangkan outlet internal kita. Rencananya tahun ini kita juga akan tambah 3 outlet pribadi,” pungkasnya.

Silakan klik Oto Bento untuk mengetahui nilai investasi, BEP dan informasi lainnya. [ded]