Di zaman yang serba instan saat ini, perkembangan hal-hal baru begitu dinantikan oleh khalayak ramai. Selain soal perkembangan teknologi, tren kuliner yang kekinian juga kerap diburu oleh masyarakat. Namun lain hal dengan makanan tradisional yang seolah tidak pernah ditinggalkan oleh para penggemarnya. Beraneka rupa tren kuliner yang berkembang di tanah air namun tak pernah bisa menggantikan kehadiran kuliner khas Indonesia ini.

Bahkan tidak sedikit resto yang mengusung masakan tradisional, mampu eksis bahkan berkembang di tengah hingar bingar bisnis makanan cepat saji. Warung Tekko adalah salah satunya. Bisnis yang terkenal dengan menu olahan iga bakarnya ini, mampu mencuri perhatian masyarakat lewat kiprahnya di bisnis kuliner Indonesia. Resto yang berdiri pada 2009 itu memiliki sejumlah keunggulan dibanding kompetitor sejenis.

Selain terkenal dengan menu olahan iga bakar dan Konro bakar saus madunya, Warung Tekko juga menyediakan beragam menu makanan tradisional Nusantara lainnya yang banyak digemari oleh penyuka masakan Indonesia. Sebut saja menu-menu seperti sate maranggi, garang asem, aneka varian gurame macam; gurame penyet, asam manis, pindang, hingga menu olahan bebek dan ayam yang tidak pernah ditinggalkan masyarakat juga tersedia di Warung Tekko.

Menurut Sidik Kadarsyah, Marketing Manager Warung Tekko, jika pihaknya konsisten menawarkan menu tradisional nusantara yang menjaga keaslian cita rasa tradisional dan aman dikonsumsi oleh semua kalangan. “Selain itu, keunggulan kami yang tidak dimiliki resto sejenis adalah, kami menerapkan konsep nuansa rumahan dalam setiap outlet Warung Tekko. Sehingga saat pelanggan menikmati sajian Warung Tekko serasa seperti makan di rumah,” ujar Sidik kepada FranchiseGlobal.com.

Lebih lanjut menurutnya lagi, aktifitas masyarakat saat ini yang banyak menghabiskan waktu di tempat kerja atau di luar rumah, hal ini membuat momen menikmati masakan tradisional ala-ala rumahan menjadi hal yang cukup jarang dilakoni. Sehingga kerinduan menikmati hidangan rumahan dapat diakomodir ketika berkunjung ke outlet Warung Tekko.

Ambience outlet ini yang juga menjadi fokus kami selain menjaga kualitas masakan yang kami tawarkan kepada pelanggan. Bahkan untuk saat ini kami sedang melakukan penguatan ornamen-ornamen kayu dengan gaya tradisional dalam setiap outlet Warung Tekko,” tambahnya.

Kini Warung Tekko sukses mengembangkan armada-armada bisnisnya di beberapa wilayah dengan total 51 outlet. Terakhir, bisnis yang berpusat di Pantai Indah Kapuk ini, turut meramaikan kemegahan bandara baru Soekarno-Hatta dengan beroperasi di Terminal 3 Ultimate, Cengkareng.

Bila anda berminat, calon mitra bisa menyiapkan usulan lokasi baik berupa ruko atau tempat usaha di Mall. Luas ukuran yang dibutuhkan minimal 160 meter persegi sampai 200 meter persegi. Bila disejajarkan untuk luasan ruko minimal ukuran dua unit ruko. Untuk investasi calon mitra perlu mergogoh kocek mulai dari Rp500 juta sampai Rp1,2 miliar. (adv)

Untuk info franchise, waralaba, investasi, dan ROI, silahkan isi form di bawah ini, atau klik Waralaba Warung Tekko untuk infomarasi lebih lengkap.