Pemilik Pempek Farina Billy Firmansyah mengatakan Pempek Farina saat ini telah mengeluarkan 20 menu, yang terbaru adalah Pempek Geprek. Uniknya menu ini tanpa menggunakan kuah cuka, melainkan diganti dengan sambal geprek.

“Kita baru- baru ini telah melaunching menu kekinian yakni Pempek Geprek pada 15 Maret 2019 lalu. Menu ini kita kombinasikan antara pempek- pempek Palembang dengan sambal geprek dan nasi di satu paket menunya, untuk harga Rp23 ribu per porsi,” kata Billy kepada wartawan Franchiseglobal.com melalui sambungan telepon, Jumat (22/3/2019).

Pempek Geprek ini pun mendapat animo masyarakat yang cukup baik, sebagaimana launching menu sebelumnya Pempek Penyet. Billy menyampaikan akan terus memberikan inovasi- inovasi menu dan model bisnis baru.

“Pempek Farina juga menyediakan berbagai promo bagi pelanggan. Untuk per 25 – 28 Maret ada voucher party dengan mendapatkan voucher Rp25 ribu setiap transaksi minimal Rp150 ribu. Promo ini berlaku di beberapa outlet tertentu dengan syarat dan ketentuan yang berlaku,” tuturnya.

Pempek Farina terus melebarkan sayapnya. Untuk di bulan Maret dan April akan dilaunching sebanyak tujuh outlet, antara lain di Surabaya empat outlet, di Sumber dua dan Palangkaraya satu. Hingga saat ini sudah ada 43 outlet dan dengan akan dilaunching tujuh outlet di dua bulan Maret dan April menjadi 50 outlet.

Pempek Farina masih menawarkan peluang bisnis untuk calon mitra yang ingin bergabung. Ada 2 model bisnis yang ditawarkan sebelumnya, yaitu foodcourt atau island Rp150 juta dan model ruko atau stand alone Rp315 juta.

“Baru- baru ini kita melaunching 2 model bisnis baru di Palangkaraya yakni Farina Compact (unit stand kecil dengan kapasitas meja 3-4 meja saja) dan Farina Ekspress di rest area km 25, Sidoarjo,” ujarnya.

Selain itu juga ada merek 3 in 1 (petisan, pempek, dan rawon) dengan nilai investasi di angka Rp600 juta. Perkiraan omsetnya sekitar Rp210 juta sampai Rp300 juta per bulan atau kurang lebih sehari bisa sampai sekitar Rp7 juta sampai Rp10 jutaan. Sementara lama BEP-nya sendiri sekitar 15 bulan sampai 20 bulanan.

Belum lama ini juga PT. Primaboga Nusantara Inti, perusahaan yang membawahi brand Pempek Farina telah meresmikan Farina Academy, sebuah pusat pelatihan dan pengembangan.

"Tujuannya untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten dan berkualitas. Pelatihan ini berlaku untuk semua karyawan Pempek Farina, mulai dari level bawah sampai level atas akan dilakukan training secara menyeluruh. [hfz]