Bicara terkait dengan bisnis Ayam Gepuk BANG SATria, tak lepas dari sosok yang ada di baliknya yakni Muji Asih. Ya, perempuan yang akrab disapa Asih ini adalah sosok yang menahkodai bisnis Ayam Gepuk BANG SATria. Terlahir dari keluarga seorang pengusaha, jiwanya pun tergerak untuk mengikuti jejak orang tua.

“Saya dari kelas 5 SD (Sekolah Dasar) sudah bantu orang tua, apalagi adik-adik saya juga banyak. Bangun jam setengah empat pagi untuk jual bahan-bahan sembako di pasar. Pulang dari pasar saya harus berangkat ke sekolah dengan waktu yang sangat mepet. Jadi saya benar-benar harus bisa mengatur waktu saat itu,” kenang Asih saat berbincang dengan wartawan Franchiseglobal.com, Kamis (20/12/2018) di Mall Cibubur, Jakarta Timur.

Pernah Membuka Bisnis Batik dan Refleksi

Sebelum memutuskan untuk terjun ke bisnis kuliner, perempuan kelahiran Sragen 42 tahun silam itu juga sempat mencoba peruntungan melalui bisnis batik dan juga refleksi.

“Jadi sebelum musim online itu saya sudah punya bisnis retail di rumah. Itu tahun 2006 sampai 2010. Karena beberapa kendala akhirnya saya membangun bisnis baru yaitu bisnis kuliner dengan nama Ayam Gepuk BANG SATria ini,” tuturnya.

Dengan berbekal pendidikan Diploma Tiga Perbankan, Asih pun mantap menjalankan bisnis kuliner bersama suami tercinta. Suka masak adalah alasan utama Asih memilih bisnis ini. Dia juga menganggap seni memasak adalah kreativitas taste yang harus dikembangkan dan bermanfaat untuk oranglain.

“Makan (pangan) itu adalah kebutuhan primer. Karena semua orang itu kan suka makan, apalagi ayam. Siapa sih orang yang tidak suka ayam. Jadi kalau kita bisa menyenangkan orang lain dengan hasil kita, itu kan kebahagiaan tersendiri,” jelasnya.

Punya Bisnis Baja Ringan

Saat ini, Asih dan suaminya tengah menjalankan beberapa bisnis. Selain bisnis kuliner Ayam Gepuk BANG SATria, mereka juga punya bisnis baja ringan. Dimana saat ini sudah ada dua outlet yang tersebar di Kabupaten Pemalang.

“Jadi bisnisnya itu konstruksi baja ringan, plafon dan lain-lain. Saya manage, sementara ilmunya itu dari suami,” katanya.

Saat ditanya apa ada rencana untuk buka bisnis baru selain baja ringan dan Ayam Gepuk Bang SATria? Asih maupun suaminya masih menutup informasinya rapat-rapat. Menurutnya, dia dan suami fokus untuk mengejar target hingga 100 outlet Ayam Gepuk BANG SATria di tahun depan.

Kegiatan CSR

Asih menganggap, bisnis yang di miliki adalah nikmat Tuhan yang harus disyukuri, do by heart prinsipnya nikmati prosesnya mengenai hasil kita serahkan sama Allah SWT. Salah satu wujud syukur yang dilakukan adalah dengan berbagi kepada sesama umat manusia, misalnya seperti mengadakan santunan anak yatim dan semacamnya.

Di akhir wawancara, Asih memberikan sedikit kesimpulan. Menurut dia, untuk menjadi seorang entrepreneur bisa dari sisi mana saja, sesuai dengan perkembangan global saat ini. Dia juga berharap, kehadiran digital saat ini harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Contoh, membawa kesenangan tapi bisa juga untuk membawa sesuatu yang bisa menghasilkan uang. Ciptakanlah kreatifitas dengan digital yang dikuasainya,” tutup Asih. [ded]