Peluang bisnis dessert memang tengah mengalami naik dalam beberapa tahun terakhir. Sajian kudapan yang sedang digandrungi kawula muda ini, menyedot perhatian masyarakat dengan kehadirannya di pusat-pusat perbelanjaan. Misalnya saja produk bubble dan grass jelly khas Taiwan, walau sebagian besar brand mengusung dessert asal luar negeri ini, namun dengan sentuhan cita rasa lokal masyarakat tanah air seakan dimanjakan dengan produk minuman segar tersebut.

Salah satu brand yang mengusung dessert khas Taiwan yaitu waralaba Blackball Indonesia.Bisnis yang diboyong secara master franchise oleh Novita Theresia itu, mampu memikat hati para pecinta sajian kudapan segar di Indonesia. Sejak mengawali kiprahnya pada 2013, kini tak kurang dari 22 gerai telah beroperasi di beberapa kota seperti Jabodetabek, Semarang, Surabaya, Jambi, Medan, Palembang, Lampung, Pontianak hingga Makassar.

Menurut Tommy Guntoro, Operational Manager dari BlackBall jika prospek bisnis kudapan ini masih sangat besar untuk dijajaki. Menurutnya, kendati cukup banyak pemain yang mengusung produk dessert khas Taiwan ini, namun hal itu juga bergaris lurus dengan permintaan dari masyarakat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Apalagi di kota-kota besar, permintannya itu besar sekali. Misalnya saja di Jakarta, bisa kita lihat dalam satu Mall itu ada lebih dari satu brand yang menjajakan produk dessert bubble dan sejenisnya. Agak sedikit berbeda dengan di luar pulau (Jawa) yang potensi marketnya masih sangat luas namun pemainnya masih minim,” tukas Tommy kepada FranchiseGlobal.com.

Lebih lanjut, untuk itu pihaknya sudah menyiapkan strategi lain dengan menelurkan konsep baru guna menyambut tahun baru 2017. Waralaba BlackBall yang sebelumnya lebih familiar dengan konsep island dan café, baru-baru ini menawarkan konsep kios kepada para calon franchise buyer.

Kendati desain maupun fasilitas yang dihadirkan lebih minimalis dibandingkan konsep sebelumnya, namun menurut Tommy konsep kios ini dapat menyusup di titik-titik strategis seperti di pusat kuliner (food court). Kemudian dari segi investasi juga lebih terjangkau dan cocok untuk daerah-daerah dengan segmen pasar middle-low.

“Potensi pasar di daerah luar pulau Jawa itu masih sangat menjanjikan. Pesaingnya tidak terlalu ketat dibanding Jakarta. Untuk pemilihan lokasi kami bisa fleksibel tinggal melihat tempat dan segmen pasar yang akan dituju,” tambahnya.

Sebagai tonggak awal, Tommy menuturkan jika dalam waktu dekat akan diluncurkan gerai perdana BlackBall dengan konsep kios di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Menurutnya lokasi Kemang sangat prospektif dan cocok untuk dibuka gerai konsep Kios.

Bila anda berminat, waralaba BlackBall membanderol konsep kios ini dengan investasi senilai Rp300 juta. Biaya itu sudah termasuk mesin inti dan peralatan, franchise fee selama lima tahun serta diluar sewa tempat.