Mengawali karir sebagai salah satu petugas Sabana Fried Chicken di Stok Point Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sardi Babudi, Pria asal Sragen, Jawa Tengah ini konsisten melakukan rutinitas pekerjaannya setiap hari. “Karena ikut kerja dengan orang maka pekerjaan apapun saya lakukan, prinsipnya, saya harus berkontribusi dalam tim setiap hari, apapun saya lakukan, ketika pekerjaan pokok saya selesai, saya akan bantu pekerjaan kawan lainya, agar semuanya bisa ditangani dengan baik,” demikian diungkapkan Sardi Babudi, dan itulah prinsip yang tertanam dalam jiwanya.

Begitu pula dengan keinginan mempunyai gerobak, yang sebenarnya sudah tertanam lama dalam hati sanubarinya. “Setiap ada uang, saya tak berani gunakan semuanya, sebagia saya kirim ke kampung dan sebagian lainnya saya tabung ke H. Mashudi, agar impian saya bisa tercapai,” katanya.

Berkat kerja keras dan menabung, serta doa yang tulus dan panjang kepada sang Maha Hidup, Allah SWT, maka beberapa tahun kemudian, Sardi Babudi bisa mempunyai gerobak. Prosesnya pun cukup berliku, karena harus mengosongkan tabungan untuk dibelanjakan ke Jalan Allah atau Fii Sabililah dengan diinfakkan semua isi celengannya hasil menabung sendiri selama beberapa tahun lamanya.

“Kata Haji Mashudi, sebelum memulai usaha, kita harus berikan infaq terbaik agar usaha lancar dan berkah, akhirnya semua isi celengan saya itu saya pecah dan masukkan ke kotak amal Masjid,” katanya.

Keyakinan yang begitu menggebu untuk usaha tak dapat ditahan. Setelah proses pembelian gerobak dan pemilihan lokasi yang titiknya berada di tempat yang banyak kawan-kawannya belum beruntung menempati lokasi di Perum Puri Cendana, Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Bagi saya semua tempat baik, hanya doa dan ridho Allah SWT saja yang membuat kita bisa berjalan usahanya sampai saat ini,” katanya merendah.

Dengan pengalaman menjaga booth dan menangani berbagai macam pelanggan dan mengelola Stok Point, tak ada kesulitan yang berarti baginya dalam mengelola booth miliknya.

“Tetap ada terbersit pikiran negatif, jangan-jangan tempat ini seperti dulu, tetapi setelah saya jalani dan lakoni usaha  Sabana ini, ternyata respon masyarakat sekitar positif, mereka perlahan membeli dan merasakan sensasi nikmat makan Sabana Fried Chicken, masyarakat pun akhirnya tahu dan paham akan rasa nikmat Sabana, sejak itu masyarakat sekitar jadi pelanggan Sabana,” kata Sardi Badudi.

Kini, dirinya bisa menggoreng 43 ekor ayam per hari diluar pesanan, dengan dibantu seorang karyawan. Dirinya juga terbiasa menerima pesanan dari berbagai pihak dan dikerjakan bersama-sama dengan karyawan. “Setiap ada pesanan, karyawan juga akan dapat prosentase keuntungan dari pesanan yang ada, biar mereka bisa merasakan hasil kerjanya, sama seperti saya dulu,” katanya mengenang.    

 Untuk informasi seputar peluang usahanya di link berikut https://www.franchiseglobal.com/sabana-fried-chicken.html