Melihat hal tersebut, bisnis laundry pun kian diminati oleh para pelaku usaha. Salah satu pemain baru, Cleanlab Laundry mencoba peruntungan dan siap bersaing dengan pemain lama. Meski masih tergolong baru, tapi merek ini sudah memiliki 9 outlet yang semuanya adalah milik internal.

Di tahun ini, Cleanlab Laundry mulai fokus mencari calon mitra guna bisa mengembangkan jaringan bisnisnya. Bagi yang tertarik, nilai investasinya mulai dari Rp197 juta sampai Rp300 jutaan untuk masa kontrak kerjasama selama 3 tahun.

“Kita ada paketan nilai investasinya. Yang membedakan adalah jumlah mesinnya dan yang paling kecil itu dapat 4 mesin,” Senior Account Executive Cleanlab Laundry, Gemaswara pada wartawan Franchiseglobal.com baru-baru ini di pameran Franchise di Jakarta.

Perkiraan omsetnya sendiri paling kecil Rp2 juta per hari. Sementara untuk perkiraan balik modalnya bisa dalam waktu setahun sampai 1,5 tahun.

Menurut dia, tidak ada syarat khusus untuk calon mitranya. Hanya saja, kata dia, calon mitra harus sudah punya lokasi yang umumnya dekat dengan hotel, kos-kosan ataupun pemukiman.

“Kalaupun belum ada lokasinya bisa kita bantu cari lokasinya yang potensial,” katanya.

Dia menargetkan pihaknya sampai akhir tahun akan membuka hingga mencapai 10 cabang di Indonesia dengan target omset mencapai Rp2 miliar.

Adapun salah satu keunggulan Cleanlab Laundry dibanding yang lain adalah sistemnya sudah menggunakan Point of Sales atau kasir online. Sehingga transaksinya akan lebih terdigitalisasi dan lebih mudah menggunakan aplikasi.

“Nanti bonnya bisa kita print atau bisa juga kita kirim via Whatsapp untuk customer ngambil cucian yang sudah jadi. Itu salah satu keunggulan kami dan kami berusaha untuk memberikan kualitas terbaik pada customer kami,” tutup Gemaswara. [ded]