Franchiseglobal.com - Bakso adalah makanan favorit semua orang. Selain rasanya enak, harganya juga masih cukup masuk akal. Tak heran kalau pecinta bakso di seluruh belahan Indonesia tak pernah lekang oleh jaman. Begitu juga dengan para pemilik bakso yang terus bermunculan. Bahkan beberapa diantaranya telah mengemas gerai bakso miliknya dengan konsep yang lebih modern dan kekinian.

Adalah Bakso Kemon. Meski peredarannya belum genap dua tahun (berdiri sejak Agustus 2017-red), tapi bakso yang gerainya identik dengan kelir kuning ini sudah diketahui oleh para pecinta bakso tanah air.

“Kita kasih nama Kemon biar kece dan gampang diingat. Terus bakso ini kan bukan bisnis musiman ya. Sudah pasti ingin bisnis yang sangat menjanjikan,” ujar pemilik Bakso Kemon, Martin S Susatyo kepada Franchiseglobal.com beberapa waktu lalu di salah satu pameran waralaba di Jakarta.

Meski gerainya dikemas dengan konsep yang lebih modern dan kekinian, tapi Martin mengaku kalau bakso besutannya ini menyasar semua kalangan. “Supaya semua market masuk, makanya kita buat variannya itu macam-macam. Dikemasnya dengan gaya milenial untuk semua kalangan,” kata dia.

Adapun varian menu bakso yang ditawarkan seperti bakso polos, bakso urat, bakso telor, bakso cabe dan masih banyak lagi. Sementara untuk harganya mulai dari Rp15 ribu sampai Rp45 ribuan.

“Harga masih kompetitiflah. Yang best seller itu bakso kelana yang pake tulang sumsum,” katanya.

Martin menambahkan, saat ini Bakso Kemon sudah memiliki 10 outlet yang tersebar di Jakarta, Bandung, Batam dan Bekasi. “Punya kita sendiri ada 5 outlet, dan punya mitra 5 outlet. Nanti dalam waktu dekat ini kita juga akan buka di Medan dan Tangerang,” jelasnya.

Bakso Kemon menawarkan paket kemitraan senilai Rp200 juta untuk masa kontrak kerjasama selama lima tahun. Namun, total modal yang harus disiapkan mitra mencapai Rp500 juta. Modal ini sudah termasuk biaya bahan baku, peralatan dan lain-lain.

“Ruko yang dibutuhkan minimal dua lantai. Terus ukurannya 4x12 m2 dengan minimum 80 seat,” katanya lagi.

Martin mengutip biaya royalti 3% dari omzet. Mitra juga wajib beli bakso, bumbu kuah dan bumbu kering dari pusat. Martin pun menaksir, waktu balik modal sekitar 7 sampai 10 bulan dengan perkiraan omset mencapai Rp300 juta sampai Rp400 juta sebulan.

“Target sampai akhir tahun mungkin rencananya mau buka 20 cabang lagi,” tutup Martin.