Meski baru meluncur di akhir 2016 lalu, tapi sedikitnya sudah ada 40 outlet Lulla Thai Tea yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Jogja, Makassar, Manado dan Medan. “Kita perusahaan yang sedang berkembang di industri minuman. Kedepannya, kita berharap Lulla Thai Tea bisa lebih besar dari yang sekarang,” ujar owner Lulla Thai Tea, Bayu Harry saat berbincang dengan wartawan Franchiseglobal.com baru-baru ini di Jakarta.

Adapun salah satu keunggulan Lulla Thai Tea sendiri adalah dimana harga yang ditawarkan sangat terjangkau yakni mulai dari Rp10 ribu untuk small cup sampai Rp22 ribu untuk big cup. Begitu juga dengan kualitas rasa otentik yang ditawarkan, membuat Lulla Thai Tea berbeda dengan thai tea lainnya.

“Kita fokus utamanya di produk. Kita akan terus melakukan inovasi menu dan kita akan lihat berdasarkan trendnya,” katanya.

Adapun varian rasa yang tersedia di Lulla Thai Tea seperti thai iced tea, thai iced tea volcano, iced green tea, iced green tea volcano, iced coffee dan iced coffe volcano.

Lulla Thai Tea mulai menawarkan kemitraan sejak beberapa bulan setelah resmi berdiri. Modal yang dibutuhkan untuk bisa bergabung sebesar Rp15 jutaan, sudah termasuk booth, alat-alat penunjang usaha, sistem kasir dan juga bahan baku awal untuk 120 gelas.

Tidak ada royalty fee yang dibebankan ke mitra. Hanya saja, mitra diwajibkan untuk membeli bahan baku dari pusat. Sementara untuk perkiraan balik modal, dalam kurun 3 sampai 4 bulan, mitra sudah bisa balik modal dengan perhitungan penjualan rata-rata 40 gelas per hari.

“Target kita adalah pemerataan outlet. Jadi sampai akhir tahun depan, kita masih fokus di percepatan pertumbuhan outlet. Semakin banyak outlet kita di seluruh Indonesia, maka secara brand awareness juga akan naik,” tutup Bayu. [ded]