Franchiseglobal.com – Di tengah ekonomi yang lesu dampak virus Corona, ternyata tak menyurutkan pengusaha- pengusaha Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya. Salah satunya yang dilakukan oleh Alexander Theo selaku Owner Crispyku Fried Chicken. Di bawah bendera Crispyku sejak 10 tahun lalu, Alex sukses membesarkan bisnis ayam gorengnya.

Di bulan ini Alex kembali meluncurkan inovasi menu barunya, yakni berupa menu geprek. Hal itu dilakukan mengikuti perkembangan zaman dan memenuhi permintaan konsumen setia Crispyku. Berbeda dari geprek biasanya, Alex mengklaim Geprek Crispyku memiliki sambal yang memberikan sensasi ingin nambah lagi.

“Sambal geprek Crispyku dibuat dari cabai pilihan dengan pembuatan sambal tradisional. serta teknik ulekan khusus beda dari yang lain,” katanya kepada Franchisglobal.com, Selasa, (10/3/2020).

Dia menjelaskan untuk harga gepreknya cukup terjangkau, yakni untuk bagian dada dan paha atas dibandrol dengan harga Rp17 ribu, serta untuk sayap dan paha bawah dibandrol dengan harga Rp15 ribu. Konsumen juga dapat membeli dengan harga paket yang tersedia, ada paket hore 1 terdiri dari nasi+dada/paha atas geprek dengan harga Rp21 ribu, paket hore 2 (nasi+sayap/paha bawah geprek) Rp19 ribu dan paket hore 3 (nasi+dada+sayap/paha atas geprek) dengan harga Rp35 ribu.

 

“Menu ini tersedia di ratusan outlet Crispyku di Indonesia,” ujarnya.

 

Baca Juga: https://www.franchiseglobal.com/crispyku-fried-chicken.html

Dengan beragam inovasi yang dilakukan, Crispyku sukses diterima luas oleh konsumen bahkan turut mengantarkan profit bagi mitra- mitra bisnisnya. Perkembangan outletnya pun terbilang pesat di semester awal tahun 2020 ini saja Crispyku telah membuka 25 outlet mitra baru.

Adapun lokasinya antara lain di Cibitung, Menteng atas, Klari Karawang, Pekalongan, Percetakan Negara, Satri jaya Bekasi, Sleman, Cengkareng, Halim, Mampang prapatan, Centra timur residence, Sukabumi, Pondok aren, Ciamis, Banjar , Sidoarjo, Surabaya, Bekasi town square, Kelapa gading, dan yang terbaru di Pontianak.

Sebagai informasi nilai investasi yang ditawarkan Crispyku antara lain; paket modern Rp20 juta, paket eksklusif Rp26 juta, paket istimewa naik menjadi Rp55 juta, paket platinum Rp55 juta, paket CBD Rp26 juta dan paket resto Rp250 juta.

“Anda juga bisa mendapatkan promo paket investasi khusus di 3 hari 13- 15 Maret 2020 di pameran Info Franchise & Business Concept (IFBC) Expo 2020 di Balai Kartini, Jakarta,” tutupnya.

Atas upaya mengembangkan bisnis Crispyku, Alex turut mendapat pujian dari Perusahaan tepung ternama Indonesia, yakni Bogasari. Pujian itu diberikan kepada ketiga mitra Bogasari yang berhasil meraih penghargaan, yakni Pawon Kue Surabaya, Nutsafir Lombok, dan Crispyku Fried Chicken. Direktur Indofood Franciscus Welirang atas nama jajaran direksi dan segenap karyawan Bogasari pun menyampaikan selamat dan bangga atas penghargaan yang berhasil diraih ketiga UKM mitra Bogasari ini.

“Kami berterima kasih atas loyalitas dan pencapaian prestasi teman-teman UKM.  Bogasari bersyukur dan bangga bisa terus tumbuh bersama para UKM yang memang mayoritas atau sekitar 65% adalah pelanggan Bogasari,” ucap Franciscus Welirang yang juga Kepala Divisi Bogasari.

Usaha di bidang ayam goreng tepung ini sudah menjadi anggota Bogasari Mitra Card (BMC)  sejak 9 Oktober 2014.  

Dalam 1 bulan Crispyku Fried Chicken bisa menghabiskan 500 – 600 sak tepung terigu dari Bogasari. Saat ini, Alex  memiliki kurang lebih 12 karyawan dan 670 gerai waralaba sudah tersebar di berbagai daerah. Pria yang akrab disapa Alex ini tidak hanya berhasil meraih sukses untuk dirinya sendiri tapi juga ratusan orang yang menjadi mitra waralabanya.

Kepala Divisi Bogasari yang akrab disapa Franky Welirang menilai setiap penghargaan yang berhasil diraih tentu akan sangat bermanfat untuk kemajuan usaha para UKM. “Itu memberi nilai tambah terhadap image usaha UKM dan semakin meyakinkan para pelanggan terhadap kualitas usaha serta produk si UKM.  Semoga para UKM mitra Bogasari lainnya juga berhasil meraih sukses. Bogasari bangga tumbuh bersama para UKM,” ucap Franky.