Percaturan industri kedai kopi nasional memang dirajai oleh segelintir brand coffee shop kenamaan yang mengusung konsep lebih modern. Gerai coffee shop ini banyak dijumpai di pusat perbelanjaan ternama atau di area-area perkantoran. Kondisi ini tidak lain tidak bukan, karena menyesuaikan segmen pasar yang menyasar kalangan eksekutif yang lebih tersentuh brand-brand kelas premium.

Praktis bagi pemain kedai kopi yang mengusung konsep vintage seperti Kopi Oey, kondisi tersebut kurang mendukung bagi perkembangan bisnisnya. Bisnis yang didirikan oleh tokoh kuliner nasional—Bondan Winarno ini memang lebih menyentuh nuansa tempo doloe baik dari sisi konsep outlet hingga menu-menu yang disajikan.

Namun bagi pria yang terkenal dengan tagline ‘Manyuss’ nya ini. Ia tidak bisa tinggal diam melihat market kedai kopi tanah air, khususnya di segmen premium dikuasai oleh segelintir brand milik asing. Tak ayal lewat merek kedai kopi besutannya, Bondan ingin Kopi Oey dan pemain-pemain lokal lainnya bisa berbicara banyak di panggung bisnis coffee shop Indonesia.

Untuk itu khusus untuk menggarap segmen market middle-up yang banyak dijumpai di area-area pusat perbelanjaan dan office building, mantan jurnalis ini melakukan diversifikasi produk dengan menelurkankan Kopi Oey Prijaji sebagai brand kedai kopi premium. Label ‘Prijaji’ (Priyayi –red) memang sengaja disematkan sebagai identitas dari kedai Kopi Oey sebelumnya.

Seperti diketahui, priyayi adalah kelas sosial untuk kaum bangsawan pada masyarakat Jawa di era kerajaan silam. Hingga zaman kolonial, priyayi kerap diidentikan untuk golongan masyarakat kelas atas dan keturunan darah biru. Sehingga waralaba Kopitiam yang memang kental dengan nuansa tempo doloe-nya itu menggunakan brand Kopi Oey Prijaji di gerai kelas premiumnya tersebut.

Tak hanya sekadar label premium, Kedai Kopi Oey Prijaji juga menyuguhkan menu yang lebih ‘berkelas’ dibanding brand pendahulunya. Seperti tersedianya mesin kopi espresso otomatis yang umum dijumpai di coffee shop modern. Lalu untuk menu makanan juga ada nasi lemak, mie kepiting dan lain sebagainya.

Sebagai langkah awal, gerai kedai Kopi Oey Prijaji menyasar sebuah gedung perkantoran di bilangan Gatot Subroto, yaitu Centenial Tower di Jakarta Selatan. Tepat pada Jum’at, 16 Juni 2017 gerai Kopi Oey yang beroperasi di gedung baru tersebut secara resmi dibuka untuk umum dengan seremonial acara grand opening.

Peresmian ini diramaikan juga dengan acara bedah buku ‘Jalan Pulang’ karya Maria Hartiningsih—seorang mantan jurnalis harian Kompas yang menulis sebuah karya di penghujung kariernya sebagai kuli tinta. Bondan Winarno sebagai pemilik kedai kopi, turut hadir untuk meberikan sepatah dua kata dalam acara bedah buku yang diakhiri dengan buka puasa bersama ini. (adv)