JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM – Minuman kekinian belakangan ini semakin menjamur di Indonesia. Salah satunya minuman boba. Maraknya fenomena minuman kekinian ini pun sekaligus memunculkan peluang-peluang bisnis baru. Peluang inilah yang kemudian ditangkap oleh Garcia melalui merek Boba Talk.

Sejak kehadirannya pada 2018 lalu, Boba Talk pun semakin diterima oleh masyarakat. Karena selain banyak variannya, harganya pun cukup terjangkau untuk kalangan menengah ke bawah yakni mulai dari Rp10 ribu sampai Rp15 ribuan.

“Kita sama dengan boba-boba pada umumnya. Hanya saja kita punya kualitas premium. Kalau dari segi rasa jika dibanding dengan produk lain kita masih unggul,” ucap Garcia pada FRANCHISEGLOBAL.COM melalui sambungan telepon pada Rabu (17/9).

Setahun berjalan, kata Garcia, Boba Talk pun mulai dibuka peluang kerjasama dengan konsep kemitraan. Hingga kini, sedikitnya sudah ada 8 cabang yang tersebar di wilayah Jabodetabek.

Soal nilai investasi pun masih cukup terjangkau. Ada tiga paket yang ditawarkan dalam kerjasama ini yakni paket Rp10 juta, paket Rp15 juta dan paket Rp20 juta. Semuanya hadir dengan konsep booth.

“Hanya yang membedakannya adalah besaran dari booth itu sendiri. Kalau di awal, mitra sudah bisa dapat peralatan lengkap dengan bahan baku awalnya,” katanya.

Berdasarkan perhitungan Garcia, mitra bisa meraup omset mencapai Rp600 ribuan per hari atau sekitar Rp18 juta setiap bulannya dengan asumsi standar terjual 60 cup setiap harinya. Dengan begitu, dalam kurun waktu 2-3 bulan, mitra sudah bisa balik modal.

Bagaimana, apa anda berminat menjadi mitra Boba Talk?