Seiring dengan banyaknya orang yang membutuhkan jasa cuci baju, peluang bisnis laundry pun mulai menggiurkan. Tak heran kalau saat ini pemainnya mulai menjamur, salah satunya adalah The Daily Wash Laundromat.

The Daily Wash sendiri pertama kali berdiri pada tahun 2011 lalu. Dimana dulunya adalah laundry kiloan. Namun seiring berjalannya waktu, konsepnya pun berubah menjadi laundry koinan sampai sekarang dengan menyasar konsumen di kalangan menengah ke bawah.

“Dari laundry kiloan kita convert ke koin. Karena ternyata bisnisnya itu lebih bagus dengan laundry koin, baik untuk customer maupun untuk ownernya ketimbang laundry kiloan,” ujar Marketing Director The Daily Wash, Dian Lesmana saat berbincang dengan wartawan Franchiseglobal.com di pameran franchise beberapa waktu lalu di Jakarta.

Bekerjasama dengan Speed Queen yang merupakan sebuah merek mesin cuci nomor satu di Amerika, The Daily Wash pun mulai menawarkan waralaba dengan konsep franchise (mulai di 2018) dan juga konsep business opportunity (BO).

“Kalau untuk The Daily Wash-nya sendiri kita konsep bisnisnya franchise owner operator. Sementara kalau untuk Speed Queen-nya kita business opportunity. Jadi kita jual mesin only dan dia bisa buka dengan nama dia sendiri, operation sendiri, program, marketing dan lain-lain mereka sendiri. Kalau franchise kan kita support semua, mulai dari grand opening, monitoring, operasional, sampai ke marketingnya itu kita support semua selama 5 tahun masa kontrak kerjasama,” jelasnya.

Bagi calon mitra yang tertarik, nilai investasinya mulai dari Rp395 juta sampai Rp750 jutaan dengan franchise/lisensi fee sebesar Rp50 juta. Perkiraan omset perharinya sendiri bisa mencapai Rp1 jutaan dengan lama balik modal paling cepat 9 bulan.

Saat ini, The Daily Wash sendiri sudah memiliki 25 cabang yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Dimana sebagian cabang milik internal manajemen, sementara sisanya punya mitra dan tersebar di Jakarta, Surabaya, Medan dan juga Manado.

“Kita sih kebanyakan cabang itu yang kita buka untuk internal. Kita sendiri punya target 1500 cabang dalam 10 tahun dan kita itu filternya lumayan selektif, jadi lebih baik buka cabangnya tidak terlalu banyak tapi optimal dan cepat BEP dan profit,” tutup Dian. [ded]