Sejak pertama berdiri pada Mei 2018 lalu, Rafiza yang dibesut oleh Syahrudi dan Sofyan Azis ini pun langsung menawarkan peluang kemitraan. Hingga saat ini, sedikitnya sudah ada 25 gerai Rafiza yang tersebar di seluruh wilayah Jabodetabek, Batam dan Purbalingga.

“Target Rafiza di 2019 bisa membuka sekitar 60-an outlet,” ujar Syahrudi saat berbincang dengan wartawan Franchiseglobal.com beberapa waktu lalu di Depok.

Bagi yang tertarik untuk menjadi mitra bisnis Rafiza, nilai kemitraannya mulai dari Rp3,8 juta sampai Rp9 jutaan. Dengan nilai tersebut, mitra akan mendapatkan benefit hak kemitraan, free training, bahan baku di awal 10 ekor ayam, banner promosi, booth etalase dan lain-lain.

Mengusung konsep bisnis kemitraan, Rafiza tidak membebankan mitranya untuk membayar royalti. Namun mitra diwajibkan untuk membeli bahan baku dari pusat. Perkiraan omset yang bisa didapat mitra mulai dari Rp300 ribu sampai Rp1 jutaan per harinya. Dalam kurun waktu setahun, mitra diperkirakan sudah bisa balik modal.

“Sejak awal bergabung mitra akan ada MOU dengan Rafiza. Jadi ketika mitra melanggar MOU tersebut, konsekuensi paling pahitnya adalah brand mereka akan dicabut. Otomatis tidak bisa jualan lagi atas nama Rafiza,” kata dia.

Sebelumnya sempat beredar di beberapa media online terkait dengan pemberitaan Rafiza Fried Chicken. Dimana pemiliknya bukanlah Syahrudi dan Sofyan Azis, tapi Yudi Dwi yang berasal dari Depok.

“Sekali lagi saya ingin klarifikasi bahwa pemilik Rafiza Fried Chicken adalah saya sendiri dengan nama lengkap Syahrudi dan teman saya Sofyan Azis. Adapun nama Yudi Dwi, sama sekali kami tidak kenal. Kalau memang dia merasa mengklaim brand itu miliknya, silahkan hubungi kami. Kantor pusat Rafiza Fried Chicken berlokasi di  Jl. Cemara no. 51, RT.01 RW.09, Grogol, Depok, Jawa Barat,” pungkasnya. [ded]

Berita ini versi revisi dari berita Rafiza yang telah tayang di Franchiseglobal.com pada 27 Desember 2018 dengan judul “Menakar Renyah Peluang Usaha Rafiza Fried Chicken”.