JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM – Tempe mendoan sudah menjadi kudapan yang akrab di lidah masyarakat Indonesia. Rasanya yang gurih dan renyah membuat makanan khas daerah Banyumas, Jawa Tengah ini semakin digemari masyarakat luas. Tak heran kalau saat ini banyak bermunculan tawaran bisnis tempe mendoan dengan konsep kemitraan, salah satunya Mendoan Istana.

Bisnis yang dibangun oleh Bambang Sutrisno ini sudah ada sejak 2010 lalu. Kemudian di tahun 2012, Bambang mulai menawarkan peluang kemitraan. Hingga kini, sudah ada sedikitnya 75 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia seperti Jabodetabek, Bandung, Samarinda, Merauke dan beberapa wilayah lainnya

“Terakhir kami buka cabang ke-75 di Bekasi. Kalau lokasinya jauh seperti di Samarinda atau Merauke itu kami tawarkan paket mandiri. Jadi kami bagikan resep asli ke mereka. Karena kalau kirim bahan baku kesana juga rasanya cukup sulit,” ujar Bambang saat dihubungi FRANCHISEGLOBAL.COM melalui sambungan telepon, Selasa (8/9).

Untuk menjadi mitra bisnis Mendoan Istana, Bambang menawarkan dua paket pilihan investasi yakni paket kemitraan dengan nilai Rp8 juta untuk Jabodetabek dan luar Jabodetabek plus ongkir. Kemudian ada paket mandiri yang nilainya mencapai Rp10 jutaan.

“Nilai tersebut sudah termasuk booth ukuran standar Mendoan Istana, peralatan lengkap, bahan baku awal untuk 20 porsi, training hingga support saat grand opening,” katanya.

Sementara untuk yang paket mandiri, kata Bambang, pihaknya membebaskan mitranya menggunakan brand sendiri. Namun jika mitra mengambil paket mandiri dan menggunakan brand Mendoan Istana, maka mitra akan dikenakan tambahan biaya.

Berdasarkan analisa Bambang, setiap hari mitranya bisa menjual 20 hingga 30 porsi tempe mendoan. Sehingga dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan, mitra sudah bisa balik modal.