Melihat potensinya masih sangat bagus, merek yang didirikan oleh Bhakti Desta Alamsyah sejak 2016 lalu ini menawarkan peluang kemitraan. Dengan nilai investasi ringan, mitra dijanjikan bisa meraup keuntungan hingga mencapai puluhan juta setiap bulannya.

Untuk bisa membuka usaha ini, mitra harus menyiapkan dana sebesar Rp100 juta. Konsepnya sendiri menggunakan kontainer sehingga mudah untuk dibongkar pasang dan dipindahkan ketika mitra ingin pindah lokasi.

Perkiraan omset yang bisa didapat setiap bulannya bisa mencapai Rp45 juta. Sementara untuk lama balik modalnya butuh waktu setahun.

Sesuai dengan namanya, Ayam Geprek Mek Prek menyediakan pilihan menu serba geprek dengan variasi topping seperti keju, mozarella, telor dadar, telor ceplok, salad dan lain-lain. Soal harga, Ayam Geprek Mek Prek dibanderol dengan harga berkisar Rp10 ribu sampai Rp15 ribuan.

“Biarpun murah dengan harga kaki lima, tapi Ayam Geprek Mek Prek ditangani oleh master chef eks hotel bintang lima,” kata Bhakti dalam pesan singkatnya pada wartawan Franchiseglobal.com, Selasa (18/12/2018).

Saat ini, Ayam Geprek Mek Prek telah memiliki 4 cabang yang semuanya tersebar di Kota Kembang. Bhakti berharap, kedepannya bisnis ayam gepreknya ini juga membuka cabang di seluruh kota di Indonesia.

“Semoga kedepannya kita bisa buka cabang juga di luar Bandung. Amin,” tutup Bhakti. [ded]