JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM – Berbisnis susu boleh dibilang semanis rasanya. Itu sebabnya, tak mengherankan jika usaha minuman kesehatan yang berbahan dasar susu segar kini kian menjamur di masyarakat. Malah, tak sedikit dari mereka yang mengembangkan usahanya dengan menawarkan kemitraan.

Salah satunya adalah MiLKGOO asal Surabaya besutan Arif. Hadir sejak September 2016 lalu, kini usaha minuman kekinian yang berbahan dasar susu segar itu telah memiliki tak kurang dari 7 gerai. Dimana 2 gerai dalam bentuk kafe ada di Surabaya dan Jember. Sementara 5 gerai dalam bentuk point MiLKGOO semuanya tersebar di Surabaya.

“Konsep MiLKGOO ini family cafe. Jadi target marketnya mulai dari anak-anak sampai ke orang tua. Karena kebetulan susu bisa diterima oleh market itu,” ujar Arif saat dihubungi FRANCHISEGLOBAL.COM akhir pekan lalu.

Jika mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia tahun 2019 masih berkisar 16,23 kg/kapita/tahun. Tentunya ini masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Itulah yang memicu Arif untuk mendirikan usaha ini.

“Saya ingin mensosialisasikan masyarakat untuk minum susu. Karena susu itu sangat banyak nutrisinya dan sangat bagus untuk pertumbuhan serta ketahanan tubuh,” katanya.

MiLKGOO sendiri memiliki tak kurang dari 22 varian rasa yang tentunya memberikan banyak pilihan kepada konsumennya. Soal harga, susu segar kekinian ini masih sangat terjangkau karena dibanderol mulai dari Rp12 ribu hingga Rp17 ribuan.

Dalam pengembangan bisnisnya, MiLKGOO menawarkan 2 paket kemitraan yakni paket kafe dengan nilai total mencapai antara Rp450 juta hingga Rp700 jutaan. Nilai tersebut sudah termasuk franchise fee Rp150 juta untuk masa kerjasama selama 5 tahun.

“Itu juga sudah termasuk desain kafe yang kita buatkan. Kemudian kita kasih recipe, buku panduan, training pendampingan hingga bahan baku awal sebanyak 500 porsi,” jelasnya.

Menurut perhitungan Arif, mitranya bisa mendapatkan omset sekitar Rp90 juta hingga Rp250 jutaan setiap bulannya. Dengan begitu, dalam kurun waktu 12 bulan mitranya sudah bisa balik modal.

“Untuk konsep ini kami juga menawararkan program syariah. Dimana semua biayanya dari investor dan 100% kami yang operate. Nanti sistemnya bagi hasil 50:50 dengan investor,” ucapnya.

Sementara untuk konsep yang kedua adalah konsep MiLKGOO Point atau kontainer dengan nilai Rp60 juta. Nilai tersebut sudah termasuk bahan baku awal untuk 100 porsi. Untuk perkiraan omset perharinya bisa mencapai antara Rp500 ribu hingga Rp1,2 jutaan. Dengan begitu, dalam kurun waktu 6 bulan mitra sudah bisa balik modal.