JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM - Usaha es krim boleh dibilang sebagai salah satu bisnis yang sangat menjanjikan. Pasarnya yang relatif luas dan mudah diterima masyarakat dari berbagai kalangan membuat produsen es krim Campina mulai melirik dengan membuka tawaran kemitraan Campina Counter.

Campina Counter sendiri merupakan suatu bentuk kerjasama antara PT Campina dengan mitra bisnis yang ingin membuka usaha dalam bentuk counter yang menjual khusus es krim potong dan es krim scoop.

Konsultan Bisnis Kemitraan PT Campina Ice Cream Industry Tbk, Wardi Lubis saat menjadi narasumber di program Franchise Talk beberapa waktu lalu mengatakan bahwa tingkat konsumsi es krim di Indonesia masih sangat rendah, berada di bawah India. Sehingga peluang untuk jualan es krim di tanah air masih sangat tinggi.

“Artinya disini masih ada peluang yang terbuka. Campina melihat peluang yang mungkin bisa dinikmati bersama dengan para mitra. Jadi kita buka peluang usaha dimana mitra bisnis bisa mencicipi keuntungan dari konsep kerjasama ini,” ungkapnya.

Campina Counter sendiri boleh dibilang sebagai rejuvenasi dari kemitraan Campina Soop Counter yang lebih dulu hadir. Kedepannya, kata Wardi, akan dilakukan standarisasi menjadi Campina Counter.

“Artinya mitra-mitra bisnis yang selama ini ada, akan kita bina sesuai dengan standarisasi yang Campina Counter punya. Karena disitu ada produk baru es krim potong yang income mitra bisnisnya akan bertambah,” katanya.

Untuk bisa menjadi mitra bisnis Campina Counter, modal yang dibutuhkan sebesar Rp20,5 juta. Modal tersebut sudah termasuk perangkat booth berukuran 1,6 meter x 1,2 meter dengan tinggi 2 meter. Di dalamnya, terdapat 1 unit freezer dan lemari penyimpan produk atau peralatan. Itu juga sudah termasuk produk perdana senilai Rp2 juta. Jadi mitra bisa langsung jualan produknya senilai tersebut.

“Syarat untuk menjadi mitra tentunya adalah penentuan lokasi. Artinya sesuai tidak dengan espektasi penjualan kita. Kemudian apakah di lokasi tersebut konsumennya berdaya beli sesuai dengan harga jual kita atau tidak. Dan yang terakhir adalah lokasi yang dimana scape harga standarinya harus bisa masuk dengan hitungan profitability kita,” jelasnya.

Karena konsepnya kemitraan, sehingga mitra tidak dikenakan biaya royalti. Artinya keuntungan akan sepenuhnya menjadi milik mitra. Hanya saja, mitra diwajibkan order ke Campina pusat.Adapun estimasi omset per hari itu bisa sampai Rp500 ribuan. Jadi dalam kurun waktu 7 sampai 8 bulan, mitra sudah balik modal.

Hingga saat ini, Campina telah memiliki 7 counter yang semuanya masih tersebar di wilayah Jakarta. Sementara untuk Campina Scoop Counter sudah ada sebanyak 290-an. “Sejalan dengan penambahjan counter-counter baru kita juga akan menstandarisasi kembali Campina Scoop Counter menjadi Campina Counter,” pungkasnya.

Untuk info lebih lanjut terkait dengan kemitraan Campina Counter, silahkan hubungi Wardi Lubis (0819 1249 5080 / 0821 1316 3311).