JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM – Keberadaan bisnis minuman kekinian terus menjamur di masyarakat. Prospeknya yang menjanjikan menjadi alasan kenapa bisnis yang satu ini terus bermunculan. Salah satunya yakni peluang kemitraan yang ditawarkan brand Mynum.

Meski perusahaan yang menaunginya (PT Nyonya Besar Lestari) sudah ada ada sejak 5 tahun lalu, tapi brand Mynum sendiri justru baru hadir sejak setahun yang lalu. Hal ini disampaikan oleh Head Marketing Mynum, Adnan Rival saat dihubungi FRANCHISEGLOBAL.COM melalui sambungan telepon pada Senin (24/8).

“Saat ini kita sudah buka sebanyak 28 outlet dari target 50 outlet sampai akhir tahun ini,” kata Adnan.

Sayangnya, tambah Adnan, pandemi COVID-19 yang tak kunjung berakhir ini membuat pihaknya terpaksa harus menunda permintaan calon mitra untuk bergabung hingga akhir tahun 2020. Meski begitu, lanjut Adnan, pihaknya akan tetap terus memperkenalkan brand Mynum di kalangan masyarakat luas.

“Rencananya kita juga akan bikin brand baru yang lebih murah, tetap di bawah manajemen Mynum. Sistemnya kayak jual putus gitu ke mitra. Saat ini sedang kita develop,” katanya.

Tak hanya itu, sebagai bagian dari strategi perusahaan di masa New Normal, kata Adnan, pihaknya juga telah meluncurkan Mynum Go dengan konsep reseller. Hanya ada 2 produk saja untuk paket ini yakni Coffee Jelly dan Jelly Tea Latte dengan biaya kemitraan hanya Rp350 ribu.

“Dengan biaya yang terjangkau ini, anak-anak muda yang mau usaha bisa ambil paket ini,” tambahnya.

Sebagai informasi, Mynum sendiri merupakan minuman kekinian dengan 40 varian rasa mulai dari Special Tea Series, Kekinian Series, Mix Series, Yogurt Series, Choco Series, Coffee Series, Cheese Series dan banyak lagi varian lainnya.

Nilai investasi Mynum mencapai Rp250 jutaan, sudah termasuk peralatan dan bahan baku. Dengan perkiraan omset mencapai Rp70 juta setiap bulannya, maka diperkirakan tak sampai setahun mitra sudah bisa balik modal.