Tokio Street sendiri pertama kali berdiri pada tahun 2010 lalu. Dimana merek ini menyajikan menu-menu camilan khas Jepang, seperti takoyaki dan sebagainya. Meski pasarnya terbatas, namun pamornya kian eksis dan dapat dijumpai di mall maupun di pinggir jalan, sehingga penggemar camilan yang satu ini pun terus bertambah.

“Sepanjang masa kami akan selalu menyajikan menu khas Jepang dan akan selalu kami improvisasi setiap tahunnya. Kami akan terus berupaya untuk selalu memberikan makanan yang terbaik, makanan yang sehat dan bisa dimakan untuk semua kalangan dengan harga yang terjangkau,” ujar Shiella pada Franchiseglobal.com beberapa waktu lalu di Jakarta.

Shiella menawarkan peluang kerjasama untuk bisnis camilan khas Jepang miliknya ini melalui sistem kemitraan. Ada dua paket kemitraan yang ditawarkan, yakni paket gold Rp120 juta dan paket platinum Rp170 juta.

“Masa kerjasama kita 5 tahun tanpa royalty fee. Nilai tersebut sudah all in untuk perlengkapan dan bahan baku awal,” katanya.

Saat ini, Tokio Street sendiri sudah memiliki 40 cabang yang tersebar di Jakarta, Palembang, Bali dan Kalimantan. [ded]