Bisnis ayam geprek yang dibangun oleh Stephani Aikosejak setahun lalu itu (Juni 2017-red) langsung menawarkan peluang kerjasama dengan konsep kemitraan. Langkah ini diambil setelah dia melihat minat pembeli ayam gepreknya yang semakin tinggi.

“Awalnya aku mulai di rumahan, terus coba-coba jualan via ojek online dan itu membantu banget. Sekitar dua atau tiga mingguan aku buka outlet untuk persiapan kemitraan, karena udah banyak banget yang telepon. Selain itu juga banyak dari daerah yang mencari dan mau jadi mitra. Akhirnya saya patenkan merek dan mulai menjual ke beberapa kota,” ungkap dara cantic kelahiran 24 tahun silam ini saat berbincang dengan wartawan Franchiseglobal.com di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Rabu (5/12/2018).

Untuk bisa menjadi mitra Ayam Geprek Master, kata dia, investor harus menyiapkan modal sebesar Rp120 juta untuk konsep mini resto dengan masa kerjasama selama 3 tahun. Nilai tersebut sudah mencakup secara keseluruhan yang dibutuhkan, termasuk peralatan masak, branding, pelatihan dan perlengkapan tambahan lainnya.

Menurut Stephani, omset yang bisa didapat dalam sehari bisa mencapai sekitar Rp2 jutaan. Sehingga kalau dikalkulasi selama sebulan bisa mencapai Rp60 jutaan. Dengan begitu, mitra bisa balik modal dalam kurun waktu satu tahun.

“Untuk mitra, kita kenakan manajemen fee sebesar 5 persen dari omset. Itu dipakai untuk promosi, pengiriman antar barang bahan baku untuk lokasi Jabodetabek dan sebagainya,” katanya.

Untuk per porsinya, Ayam Geprek Master dibanderol mulai Rp15 ribu sampai Rp25 ribuan. Salah satu menu paling populer adalah geprek leleh yang terdiri dari nasi, ayam, sambel, lalapan, telur ceplok, dan lelehan keju mozarela. Selain itu juga ada beberapa menu minuman seperti thai tea dan minuman dingin lainnya.

“Kami menggunakan sambal matang. Jadi tidak bikin orang yang makan itu sakit perut. Bumbu ayam juga merasuk ke bagian dalam daging. Jadi tanpa sambal pun rasanya juga gurih,” tambahnya.

Saat ini Ayam Geprek Master telah memiliki 26 cabang yang tersebar di Jabodetabek, Makassar, Palembang, Binjai, Padang, Aceh dan Medan. Stephani menargetkan akan membuka 10 sampai 20 cabang lagi untuk tahun depan.

“Harapannya semoga Ayam Geprek Master ini bisa membuka peluang ke mitra-mitra yang ingin usaha,” tutup Stephani. [ded]