JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM - Siapa yang tak kenal nasi kebuli? Panganan khas Timur Tengah yang sudah melekat di masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim ini dikenal memiliki aroma, rasa dan tampilan yang sangat menggugah selera bagi setiap orang yang menyantapnya.

Pangsa pasar dari usaha nasi kebuli ini boleh dibilang cukup besar di Indonesia. Tentunya ini menjadi prospek cemerlang sebagai usaha yang menguntungkan untuk para pemain di kategori bisnis kuliner. Peluang itulah yang kemudian dilirik Wasla sebagai cuan dengan membuka usaha bumbu kuliner nasi Arab dengan merek Sahla.

Menurut Wasla, cikal bakal Sahla berawal dari restoran masakan Arab yang dikelolanya sejak 2016 lalu yakni Food Opera. Dimana saat ini, restoran tersebut hadir di Pekanbaru dan Bandung.

“Sebenarnya kita hanya ingin memudahkan orang untuk memasak masakan Arab sendiri dirumah. Akhirnya kita lakukan riset dan membuat bumbu instan nasi Arab dengan nama Sahla yang artinya mudah atau memudahkan,” kata Wasla saat ditemui FRANCHISEGLOBAL.COM di pameran franchise di Jakarta akhir pekan lalu.

Melihat usahanya kian berkembang, kemudian di tahun 2019, Wasla mulai membuka peluang kerjasama usahanya ini dengan konsep keagenan. Hal ini bertujuan untuk menjawab semua kebutuhan masyarakan Indonesia yang ingin memasak nasi Arab sendiri dirumah.

“Sistemnya keagenan. Kalau agen itu kan lewat jaringan dan itu sistemnya per wilayah. Saat ini agen kita sudah tersebar di Sumatera, Bandung, Jakarta dan wilayah lainnya,” jelasnya.

Saat ini Sahla memiliki 3 varian produk yakni Biryani, Mandhi dan Kebuli. Produk Sahla, lanjut Wasla, dipersiapkan dengan kemasan yang menarik dan mudah dibawa untuk oleh-oleh. Sementara untuk harga jualnya sendiri mulai dari Rp95 ribuan untuk 7 porsi.

Adapun untuk nilai investasi untuk menjadi agen Sahla yakni Rp50 juta untuk paket bisnis. Dimana untuk paket ini, agen atau mitra bisnis Sahla dapat membuat kios sendiri di wilayahnya. Sementara untuk keagenannya sendiri sebesar Rp32 juta yang dimana mitranya boleh memiliki reseller di bawahnya. Dan yang terakhir paket Rp2 juta bisa dapat 2 lusin produk Sahla.

“Kalau omsetnya sih tergantung sebanyak mana reseller mereka ya,” jawabnya singkat.

Di tahun 2020, Wasla menargetkan dapat membuka 5 outlet express Sahla milik sendiri di Bandung. Sementara untuk se-Indonesia, sedikitnya dia bisa membuka sebanyak 10 outlet Sahla dan 50 keagenan.