JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM – Kuliner yang menyajikan menu utama daging sapi asap khas Nusa Tenggara Timur (NTT) belakangan ini masih menjadi sorotan publik, khususnya para pecinta kuliner di tanah air. Pemain di bisnis ini pun terus bermunculan dari berbagai merek, salah satunya Se’i Sapi Kana besutan Sandra Lesmana yang akrab dipanggil Andra.

Se’i Sapi Kana hadir pertama kali di Yogyakarta pada Agustus 2019 lalu. Sejak saat itu pula, sang owner langsung membuka peluang kerjasama dengan konsep kemitraan. Hingga kini, kurang lebih sudah ada sekitar 60-an outlet Se’i Sapi Kana yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“2 outlet diantaranya itu punya mas Andra sendiri. Lokasinya ada di Yogyakarta dan Semarang. Sementara sisanya join dengan investor,” kata Marketing Se’i Sapi Kana, Banyubiru saat dihubungi FRANCHISEGLOBAL.COM melalui sambungan telepon pada Jumat (25/9) lalu.

Menurutnya, Se’i Sapi Kana menawarkan kemitraan dengan dua konsep kerjasama yakni konsep autopilot dan konsep reguler. Meski begitu, tidak ada yang membedakan dari segi nilai investasi.

“Untuk nilai investasi Rp300 jutaan baik konsep autopilot maupun reguler. Bedanya hanya sistem operasionalnya saja. Jika autopilot, semua manajemen kita yang handle dengan sistem bagi hasil nantinya. Sementara kalau reguler sepenuhnya di handle oleh mitra dengan adanya royalty tiap bulannya,” jelasnya.

Banyu memperkirakan, omset yang bisa didapatkan mitra dalam sebulan bisa mencapai Rp300 jutaan. Dengan begitu, dalam waktu kurang dari satu tahun mitra sudah bisa balik modal.

Banyu berharap, Se’i Sapi Kana dapat terus melebarkan sayapnya di seluruh wilayah Indonesia guna terus memenuhi kebutuhan para pecinta kuliner daging asap khas Kupang ini.