JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM – Mie ayam merupakan salah satu kuliner yang sangat familiar di lidah masyarakat Indonesia. Harganya yang terjangkau membuat siapapun menyukainya, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Sehingga boleh dibilang mie ayam menjadi salah satu peluang bisnis yang memiliki potensi jangka panjang di kategori kuliner di tanah air.

Mie Ayam Grobakan milik Wahyu Indra salah satunya. Hadir sejak 2008 lalu, Mie Ayam yang bermarkas di Depok ini pun mulai membuka peluang kemitraan pada tahun 2010. Hingga kini, Mie Ayam Grobakan telah membuka kurang lebih sekitar 350-an cabang yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia.

“Saat ini dominasi cabang kami masih di Jabodetabek. Paling jauh di Jogja. Karena nanti terkendala dengan mie mentahnya. Kalau bumbu segala macam nanti akan kami training,” kata Wahyu saat dihubungi FRANCHISEGLOBAL.COM via telepon pada Selasa (6/10).

Terkait kemitraannya, Wahyu menawarkan dua paket investasi yakni paket gerobak dengan nilai Rp12,5 juta dan tanpa gerobak Rp6,5 juta. Adapun masa kerjasamanya selama 5 tahun.

Berdasarkan hitung-hitungan Wahyu, dalam kurun waktu 6-7 bulan mitra sudah bisa balik modal dengan perkiraan omset yang bisa didapat selama sebulan mencapai hingga 12 jutaan.

“Untuk lokasinya sendiri bisa dimulai dari rumah atau menyewa tempat yang ramai lalu Lalang orang, dekat dengan pemukiman ataupun perkantoran,” katanya.

Mie Ayam Grobakan menawarkan beberapa pilihan menu, seperti mie ayam, mie ayam yamin, mie ayam lada hitam, dan mie ayam barbeque. Untuk harganya sendiri sangat terjangkau yaitu mulai dari Rp12 ribuan.

Bagaimana, berminat untuk menjadi mitra Mie Ayam Grobakan?