Inilah yang membuat bisnis cukur rambut khusus pria atau nama kerennya dengan sebutan barbershop terus bermunculan. Bukan hanya ada di sekitar perumahan bahkan merambah ke pusat belanja hingga perkantoran.

Melihat peluang tersebut, tak jarang pebisnis pangkas rambut yang menawarkan kemitraan usaha untuk memperluas pasar. Salah satunya adalah Barbershop Best yang beroperasi sejak 2010 lalu di Bandung.

Mulai 2018, pangkas rambut khusus pria itu membuka kemitraan usaha. Menurut Derry Arief Muslim, pemilik Barbershop Best, sudah ada tujuh gerai milik mitra yang tersebar di Cilegon, Depok, Bogor, Garut, Klaten, termasuk Natuna (Kepulauan Riau), Monokwari (Papua).

Baca Juga: https://www.franchiseglobal.com/ixobox-dan-goonting-barbershop-pertama-yang-gunakan-teknologi-kiosk-machine.phtml

Selain itu, ada dua gerai milik pusat yang bercokol di Bandung. "Kami targetkan, bisa menggandeng 24 mitra per tahun," kata Derry sebagaimana dikutip melalui KONTAN.

Kalau ada yang berminat, Derry menawarkan tiga paket kemitraan. Paket investasi termurah Rp 125 juta, kemudian Rp 150 juta, dan termahal Rp 175 juta.

Dengan paket tersebut mitra akan mendapatkan ragam fasilitas. Mulai survei lokasi, pelatihan karyawan, renovasi gerai, program pemasaran, hingga perlengkapan dan peralatan usaha pangkas rambut pria.

Yang perlu mitra siapkan adalah lokasi atau tempat usaha. Kalau bisa, berada di lokasi strategis yang gampang terjangkau oleh konsumen. Lantas, luas lokasi usaha 25 m sampai 75 m. Selain itu, mitra wajib menyediakan tiga hingga lima karyawan, dari tukang cukur sampai kasir.

Laiknya tempat cukur rambut pria lainnya, Barbershop Best pun menyediakan jasa pangkas rambut, kumis, janggut, serta perawatan rambut dengan vitamin dan pomade. Yang menarik, mereka punya layanan delivery barberman ke rumah dengan tarif Rp 500.000 per tahun. Sedang tarif pangkas rambut normal Rp 30.000 sekali cukur.

Dengan layanan tersebut, Derry memproyeksikan, pendapatan Barbershop Best dalam sehari rata-rata bisa sebesar Rp 1,5 juta. Artinya, sebulan berpotensi mencapai Rp 45 juta. Setelah dikurangi ragam biaya operasional termasuk fee kemitraan 5% dari total pendapatan per bulan, mitra Barbershop bisa balik modal dalam hitungan kurang dari satu tahun atau tepatnya 10 bulan.

Menurut Djoko Kurniawan, konsultan usaha, prospek bisnis pangkas rambut khusus pria masih positif. Sebab, sebagian besar pria sudah melakukan aktivitas cukur rambut secara berkala. "Roda bisnis ini bisa jangka panjang," ujarnya.

Faktor inilah yang membuat makin banyak orang yang terjun di bisnis jasa tersebut. Untuk bisa bersaing, Djoko bilang, para pebisnis mau tidak mau harus menonjolkan perbedaan konsep serta layanan dari pelaku usaha sejenis. Itu semua bisa pebisnis lakukan asalkan sudah membuat standar baku operasional yang menjadi panduan dalam menjalankan usaha pangkas rambut.