JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM – Bagi warga Yogyakarta, mungkin kuliner yang satu ini sudah tak asing lagi. Hadir sejak era 90-an dengan resep turun temurun dari generasi ke generasi membuat kuliner ini kerap direview oleh para Youtuber dan Food Blogger tanah air. Adalah Oseng-Oseng Mercon Bu Narti yang kini telah memiliki 4 cabang yaitu di Bantul, Kota Yogyakarta dan Sleman. Salah satunya hadir dengan konsep lesehan.

Selain konsep kuliner legendaris Yogyakarta yang diangkat, Oseng-Oseng Mercon Bu Narti juga menyuguhkan warung dengan suasana nostalgia dan gaya interior yang sederhana namun otentik sebagai upaya menarik pengunjung yang ingin datang langsung ke rumah makan ini, khususnya untuk para mahasiswa dan wisatawan.

“Membuat dan menerapkan SOP yang baik di setiap cabang menjadi fokus kami untuk menjamin keberlangsungan jangka panjang bisnis legendaris ini,” kata Business Development Manager Oseng-Oseng Mercon Bu Narti, Agastya Manulat Parameswara saat dihubungi FranchiseGlobal.com melalui sambungan telepon baru-baru ini.

Menurut Aga, selain hadir dengan konsep rumah makan, Oseng-Oseng Mercon Bu Narti juga memproduksi makanan siap santap dalam kemasan kaleng yang dijual melalui konsep reseller. Meski dalam kemasan kaleng, kata Aga, tidak mengurangi selera rasa aslinya seperti di rumah makan.

“Setiap harinya kita bisa keluarkan ribuan kaleng oseng mercon dan kaleng gudeg ke reseller yang sudah bekerjasama dengan kita. Saking banyaknya, makanya kita kuatkan produksinya untuk kemasan kaleng itu,” jelasnya.

Oseng-Oseng Mercon Bu Narti sendiri memiliki varian seperti masakan oseng sapi dan oseng ayam kampung serta menu baru seperti nasi goreng mercon dan mie goreng mercon. Soal harga sangat terjangkau sekali yaitu di kisaran harga Rp20 ribuan per porsinya.

“Kami sangat bersyukur dalam masa pandemi pun, Oseng-Oseng Bu Narti mencatatkan kinerja positif. Walaupun penjualan offline di rumah makan mengalami penurunan tetapi di masa new normal ini penjualan kaleng makanan oseng bu Narti mencatatkan kenaikan penjualan,” katanya.

Saat ini, legenda kuliner nusantara asal Yogyakarta ini siap untuk mengembangkan sayap bisnisnya dengan membuka peluang kerjasama dengan konsep waralaba. Ada 3 paket waralaba yang ditawarkan yaitu paket dengan masa kerjasama 4 tahun senilai Rp275 juta, paket dengan masa kerjasama 2 tahun senilai Rp215 juta, dan yang terakhir paket dengan sistem bagi hasil senilai Rp145 juta.

Adapun perkiraan omset yang didapat mitra setiap harinya bisa mencapai Rp5 jutaan. Sehingga jika dikurangi biaya operasional per bulan, maka keuntungan bersih yang bisa didapat mitra mencapai Rp38 jutaan.

Bagaimana, apa anda tertarik?