Saat berbincang dengan wartawan Franchiseglobal.com beberapa waktu lalu di Jakarta, Billy mengatakan kalau usaha ayam geprek miliknya itu sudah memiliki 18 cabang sejak pertama kali hadir pada Mei 2017 lalu.

“Ada 7 cabang lagi yang coming soon. Harapannya di tahun 2019 targetnya bisa sampai 50 cabang. Itu goalnya,” jelas Billy.

Ayam Geprek Bossque sendiri dibanderol seharga Rp25 ribu per porsi. Harga tersebut termasuk paket ayam dan nasi. Meski demikian, Billy tak menampik kalau usaha ayam gepreknya ini punya banyak pemain saingan. Untuk itulah Billy berinovasi pada menu ayam gepreknya yaitu dengan membubuhkan keju mozzarella hitam.

“Ini yang unik, dan jadi salah satu menu andalan kami. Jadi pakai keju leleh hitam,” kata dia.

Ayam Geprek Bossque masih terus membuka peluang kemitraan. Modal yang dibutuhkan untuk bisa bergabung dengan kemitraan Ayam Geprek Bossque adalah Rp45 juta.

“Itu sudah termasuk set meja, penggorengan, set gerobak, lengkap semua termasuk bahan baku,” jelasnya.

Tidak ada royalty dalam kerjasama yang berlangsung selama 5 tahun ini. Hanya saja, mitra diwajibkan untuk membeli bahan baku dari pusat.

“Dengan investasi Rp 45 juta tersebut, estimasi omzet yang bisa diraih sekitar Rp 13 juta per bulan,” pungkasnya. [ded]