Ayam Gepuk BANG SATria sendiri mulai dikelola secara profesional dengan konsep kemitraan sejak Januari 2018 dengan berkantor pusat di BEKASI. Berbekal dari pengalaman membuat hidangan ayam yang digemari masyarakat area PEMALANG dan sekitarnya selama lebih dari 10 tahun silam.

“Kalau secara tradisional memang sudah lebih dari 10 tahun. Konsepnya sederhana yaitu tradisional rumahan dan memang bukan brand yang ingin diangkat waktu itu. Jadi hanya fokus menjual ayam dengan citarasa yang orang suka,” ujar Franchise Manager Ayam Gepuk BANG SATria, Bellamy saat berbincang dengan wartawan Franchiseglobal.com di kantor pusatnya di Jl. KH. Agus salim 36 Bekasi, Selasa (4/12/2018).

Namun seiring berjalannya waktu, kata dia, pemiliknya berinisiatif untuk mengembangkan bisnis olahan ayamnya ini secara profesional. Sehingga setelah sukses membuat outlet percontohan dan sistem operasional yang telah disempurnakan Ayam Gepuk BANG SATria pun mantap langsung dibuka untuk konsep kemitraan. Dimana saat ini sudah ada dua cabang yang beroperasi di Bekasi dan dua cabang mitra yang sedang dalam proses pembukaan yaitu di daerah Cengkareng Jakarta Barat dan Serpong Tangerang.

“Dalam mengaplikasikan sistem bisnisnya Ayam Gepuk BANG SATria ini memiliki standar resep yang bisa diaplikasikan di seluruh outlet manapun dengan sistem memasak dan penyajian yang sudah ada SOP-nya,” tambahnya.

Menurut Bellamy, nilai investasi yang dibutuhkan untuk bisa bergabung dengan Ayam Gepuk BANG SATria sangat terjangkau. Cukup membayar Rp45 juta sudah termasuk semua kebutuhan yang dibutuhkan untuk operasional, seperti desain layout, meja dan kursi, alat memasak dan penyajian lengkap, termasuk juga seragam, hingga seleksi karyawan dan pelatihan selama 5 hari.

“Sistem promosi juga kita bantu. Jadi pada prinsipnya mitra akan kita dampingi dari nol sampai bisa berjalan,” katanya.

Berdasarkan perhitungan Bellamy, perkiraan omset yang bisa didapat dalam sehari bisa mencapai Rp2,5 juta sampai Rp3 jutaan dengan keuntungan bersih berkisar seperempatnya yakni Rp700 ribuan per hari setelah dipotong total biaya operasional, termasuk juga sewa tempat. Sehingga kalau dikalkulasikan bisa mencapai keuntungan bersih sebesar Rp21 juta dalam sebulan.

Tidak ada syarat khusus untuk calon mitra yang ingin bergabung karena sistemnya sudah dikemas sehingga sangat mudah untuk diadopai dan untuk pemilihan lokasipun bisa dimana saja, di pinggiran maupun di tengah kota. Karena, lanjut Bellamy, pada dasarnya semua kalangan suka makan ayam, mulai dari anak-anak sampai orang tua sekalipun.

“Jadi menurut saya kalau pemilihan lokasi sih tidak terlalu sulit ya. Karena semua orang suka ayam, dan harga yang sangat kompetitif,” lanjutnya.



Menurut Bellamy, Ayam Gepuk BANG SATria memiliki keunggulan lebih dibanding kompetitornya, yang terutama sebagai kunci kesuksesan bisnis kuliner adalah soal rasa.

“Kita punya bumbu khusus. Jadi saat orang mencoba itu biasanya akan ketagihan. Nah, bagaimana cara membuat orang itu mencoba? Jadi nanti begitu outlet dibuka, kita akan bagikan flyer promo berikut free voucher untuk konsumen yang terutama berdomisili di area tersebut. Supaya mereka bisa merasakan dan mereka akan jadi pelanggan rutin,” katanya.

Adapun harga yang ditawarkan relatif terjangkau, dengan hanya Rp15 ribu saja untuk satu potong ayam bakar maupun gepuk, dan dengan menu andalan yang ditawarkan BANG SATria seperti paket ayam gepuk serta paket ayam kalasan yang dibanderol dengan harga Rp24 ribuan, sudah lengkap dengan sayur asem yang siap menjadi favorit konsumen. Selain itu ada juga menu-menu lainnya seperti ceker judes balado, jamur crispy, dadar judes, ati ampela gepuk dan masih banyak lagi.

Bellamy berharap kedepannya Ayam Gepuk BANG SATria bisa terus berkembang, banyak mitra yang bisa bergabung dan mencapai kesuksesan bersama, serta terutama bisa menyerap banyak tenaga kerja untuk menanggulangi tingkat pengangguran yang tinggi di Indonesia belakangan ini.