Pertama kali berdiri pada 22 Desember 2017 lalu, sampai saat ini Martabak Gooloong telah memiliki 5 gerai yang hampir semuanya tersebar di wilayah Tangerang Selatan.

“Targetnya sampai akhir tahun ini 10 gerai. Sekarang kita sudah ada 5 gerai. Cabang ke-6 sedang proses,” ujarnya saat berbincang dengan wartawan Franchiseglobal.com disela-sela pembukaan gerai ke-5 Martabak Gooloong dan launching produk terbaru Gooloong JUICE di Cirendeu, Tangerang Selatan, Senin (29/10/2018).

Menurut Fachri, saat ini beberapa gerai Martabak Gooloong yang telah beroperasi telah dibuka melalui kerjasama kemitraan. Seperti gerai ke-5 di Cireundeu ini telah bermitra dengan ibu Fitria Novalina yang akrab disebut dengan ibu Nova.

Terkait dengan nilai investasinya, Fachri mematok di kisaran angka Rp100 juta sampai Rp130 jutaan. Dimana seluruh operasional gerai dikendalikan oleh manajemen. Istilah ‘berbisnis sambil beribadah’ pun dikemas dalam konsep kerjasama ini melalui sistem profit sharing dengan pembagian 60:40.

“Jadi 60 persen untuk manajemen dan 40 persen untuk investor yang kita ambil dari profit. Itu sudah kita potong dari bahan baku, biaya sewa untuk tahun depan, untuk santunan yatim dan sebagainya, baru kita bagi dari laba bersih itu,” jelasnya.

Perkiraan omset yang didapat dalam sehari pun cukup beragam, mulai dari Rp1,3 juta sampai Rp2,9 juta sehari. “Ini akan terus kita evaluasi. Kita punya strategi untuk mengembangkan pasar. Kita juga ingin mengubah persepsi orang bahwa martabak itu bukan makanan malam, tapi juga bisa jadi makanan pagi,” ujar salah seorang rekan bisnis Fachri, Ust. Andian.

“Harapan kita bahwa kehadiran Martabak Gooloong ini bisa membawa manfaat untuk wilayah disini (Tangerang Selatan). Karena sekali lagi ini sesuatu yang baru, inovasi, hasil kreasi anak bangsa juga,” pungkasnya.

Selain martabak, akan ada bisnis lain dengan merek Gooloong seperti Kopi, bakso dan lainnya.

Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) sekaligus Ketua Komite Tetap KADIN Bidang Waralaba, Lisensi dan Kemitraan, Levita Supit mengatakan bahwa bisnis martabak di Indonesia masih memiliki potensi yang sangat bagus.

“Masih bagus banget potensinya. Apalagi hampir semua keluarga di Indonesia suka makan martabak. Kalau mereka lagi pada kumpul, camilannya bisa martabak. Jadi bisnisnya ini jangka panjang,” kata Levita. [ded]